Pemahaman Menopause

DokterSehat.Com – Menopause adalah penghentian permanen menstruasi (haid), berarti pula akhir dari masa reproduktif. Perubahan endokrin, hormon yang terlibat selama bertahun-tahun dalam kehidupan wanita ini, terutama disebabkan oleh kehilangan fungsi ovarium yang semakin meningkat. Beberapa wanita mempunyai siklus menstruasi yang dapat diramalkan, tanpa penyulit sampai penghentian mendadak. Tetapi kebanyakan wanita mengalami siklus anovulasi yang ditandai oleh menstruasi yang tidak dapat diramalkan dengan pendarahan yang sedikit-sedikit atau pendarahan banyak yang berlangsung lama atau bisa keduanya.

3

Tanda dan gejala menopause

  1. Gejala seksual
    Gejala seksualitas pada wanita menopause, akibat dari terjadinya kekurangan estrogen sehingga vagina yang menjadi kering karena penipisan jaringan pada dinding vagina sehingga ketika melakukan hubungan seksual bisa timbul nyeri, nyeri ini bertambah buruk apabila hubungan seks makin jarang dilakukan. Serta pada wanita menopause merasakan perasaan terbakar, gatal, sering keputihan, dan berkurangnya gairah seksnya (libido)
  1. Gejala fisik
    Gejala fisik yang pada umumnya merasa panas atau hot flashes, terjadi pada saat dan berlangsung sampai haid benar – benar berhenti, Hot flashes terjadi akibat peningkatan aliran darah di dalam pembuluh darah wajah, leher, dada dan punggung. Kulit menjadi merah dan hangat disertai keringat yang berlebihan. Hot flashes dialami oleh sekitar 75% wanita menopause. Kebanyakan hot flashes dialami selama lebih dari 1 tahun dan 25-50% wanita mengalaminya sampai lebih dari 5 tahun. Hot flashes berlangsung selama 25-30 menit.

    masalah organis meliputi: Wajah terasa panas, merah-merah di tubuh bagian atas, banyak keringat, dan pusing; Jantung sering berdebar; Frekwensi haid tidak teratur sejak beberapa tahun menjelang menopause; 40% mengalami insomnia berupa kesulitan untuk mulai tidur, terbangun dan lama tidak bisa tidur lagi, terbangun malam sehingga mengantuk di siang hari. Vertigo (pusing kepala sebagian), cepat lelah; Menumpuknya lemak pada bagian pinggul dan perut; Perubahan tekstur kulit, kerutan kulit, dan terkadang disertai dengan jerawat.

  1. Gejala psikisdan emosional
    Gejala psikis dan emosional menimbulkan perubahan psikis yang berat yaitu kelelahan, mudah tersinggung, susah tidur dan gelisah. Bisa disebabkan oleh berkurangnya kadar estrogen. Berkeringat pada malam hari menyebabkan gangguan tidur sehingga kelelahan semakin memburuk dan semakin mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi dan mudah lupa

    Masalah psikologis meliputi : Mudah marah; Gelisah, depresi; Sulit konsentrasi; Adanya kekecewaan karena merasa dirinya menjadi tua dan tidak menarik lagi.

    Wanita menopause sering mengalami masalah yang di rasakan. Berkurangnya nafsu makan, sulit tidur dan tidak ada perasaan segar. Kondisi tersebut yang dapat mengakibatkan keinginan seks semakin menurun.

  1. Gejala social ekonomi
    Pada gejala sosial ekonomi juga mempengaruhi faktor fisik, kesehatan dan pendidikan. Keadaan sosial yang dirasakan adalah takut kehilangan fungsi dan ekssistensi sebagai wanita, takut tidak bisa memuaskan atau melayani suami, takut kehilangan kasih sayang atau suami mencari wanita lain, tidak bisa tampil baik mendampingi suami yang meningkat kariernya, minder ketemu orang, cenderung ingin dirumah saja.

    Pada wanita menopause yang sangat merasakan gejala sosial ekonomi, banyak dirasakan pada wanita dengan status ekonomi menengah keatas karena mereka lebih memperhatikan kondisinya.

    Masalah kebudayaan juga sangat berpengaruh. Karena ada sebuah kebudayaan yang menganggap wanita menopause langsung dikaitkan dengan ketidakmampuan perempuan dalam memberikan kepuasan seksual pada laki-laki.