Selalu Memakai Tongkat, Pelatih Uruguay Terkena Penyakit Ini

oscar_tabarez_uruguay_doktersehat_1
Photo Source: Twitter.com/Sporf

DokterSehat.Com– Kisah sukses Timnas Uruguay dalam beberapa tahun terakhir tak lepas dari sentuhan pelatih Oscar Tabarez. Tak hanya kembali menjadi tim yang disegani di ajang antar negara, Timnas Uruguay juga sempat dibawa pelatih berusia 71 tahun ini menjuarai Copa America pada 2011 silam. Kini, Timnas Uruguay juga sudah dipastikan masuk ke babak 16 besar Piala Dunia 2018 setelah memenangi seluruh pertandingan di grup A.

Dilansir dari Daily Mail, jika kita cermati, Tabarez selalu memakai tongkat saat mendampingi timnya di pinggir lapangan. Meskipun mengalami kesulitan untuk berdiri atau berjalan kaki dan terkadang membutuhkan bantuan orang lain saat melakukannya, Tabarez tetap bersemangat untuk berteriak dan memastikan pemainnya bermain sesuai dengan rencana.

Penyebab Tabarez harus memakai tongkat untuk berdiri dan berjalan kaki ternyata adalah karena mengidap penyakit bernama Guillan-Barre Syndrome, penyakit langka dan tergolong degeneratif karena merusak sistem saraf tubuh dan membuat otot-otot pada bagian tubuh melemah dengan signifikan. Dalam banyak kasus, penderitanya bahkan bisa mengalami kelumpuhan.

Tabarez pertama kali didiagnosis terkena masalah kesehatan ini pada 2016 silam. Saat itu, ia diprediksi akan pensiun dari dunia sepak bola karena kondisinya terlihat jauh menurun. Bahkan, saat itu Tabarez terlihat jelas harus memakai kursi roda elektrik untuk bergerak.

“Aku tidak merasakan sakit apapun. Masalah neuropati yang kualami memang membuatku kesulitan, khususnya saat berjalan, namun karena aku tidak merasa sakit, aku tetap bisa bekerja,” ucapnya.

Dengan segala keterbatasannya, Tabarez mampu meloloskan Uruguay ke Piala Dunia 2018. Ia bahkan mampu membuat tim ini menjadi salah satu tim yang ditakuti oleh siapapun karena permainannya yang sangat kompak.

Menurut pakar kesehatan, penyakit ini bisa diobati meskipun harga pengobatan dan terapinya cukup mahal. Hanya saja, waktu untuk penyembuhan penyakit ini cukup lama, yakni bisa saja mencapai 4 tahun.