Pekerjaan-Pekerjaan Ini Dinilai Paling Buruk Bagi Kesehatan Tubuh

DokterSehat.Com – Bekerja di kantor dikenal luas sebagai salah satu pemicu meningkatnya resiko berbagai penyakit berbahaya layaknya obesitas. Bagaimana tidak, duduk terlalu lama, apalagi jika dikombinasikan dengan konsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat sebagai camilan jelas akan meningkatkan berat badan kita. Selain pekerjaan di kantor, sebenarnya ada beberapa pekerjaan lain yang juga kurang baik bagi kesehatan tubuh. Namun, National Public Radio di Amerika Serikat telah melakukan penelitian yang menunjukkan bahwa ada pekerjaan-pekerjaan yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh seperti sebagai berikut.

doktersehat-wanita-lelah-anemia-kerja-kantor-depresi-jantung-Amiloidosis

National Public Radio melakukan kerjsama dengan Robert Wood Jonhson Foundation dan juga T.H. Chan School of Publich Health, Harvard, untuk melakukan penelitian yang melibatkan 1.600 partisipan dari Amerika serikat mengenai tingkat stress, kehidupan sosial, dan kebiasaan makan dan tidur yang berkaitan dengan pekerjaannya. Hasilnya adalah, 16 persen para partisipan menyebutkan jika pekerjaannya memberikan pengaruh buruk bagi kesehatan tubuhnya secara keseluruhan. Namun, ada beberapa pekerjaan yang memang memiliki pengaruh paling buruk, yakni di industri retail sebanyak 26 persen, industri kontruski atau pekerjaan lapangan lain sebanyak 23 persen, pabrik atau perusahaan manufaktur sebanyak 21 persen, dunia medis sebanyak 19 persen, dan menjaga tokok sebanyak 16 persen.

Kekhawatiran terbesar dari pekerjaan-pekerjaan ini bisa mempengaruhi kesehatan biasanya adalah berupa polusi udara, bahan kimia, dan juga tingkat kecelakaan yang terjadi. Selain itu, tingkatan stres juga dianggap berperan besar bagi kesehatan para pekerja.

Untuk mengatasi kekhawatirkan akan dampak kesehatan tubuh ini, ada baiknya para pekerja memaksimalkan jatah cuti berlibur mereka yang sebenarnya cukup banyak dalam setahun. Sayangnya, peneltian ini justru menunjukkan jika 49 persen pekerja tidak benar-benar memaksimalkan cuti tersebut. Selain itu, ada sebagian industri, yang melibatkan 47 persen pekerja dengan upah rendah ternyata masih tidak diberikan jatah cuti berlibur yang cukup dan 40 persen pekerja bahkan tidak diberi tunjangan asuransi pekerjaan. Hal-hal ini ternyata ikut meningkatkan dampak negative pekerjaan bagi kesehatan para pekerja.