Pekerjaan Menguras Otak Bisa Jadi Obat Anti Pikun

DokterSehat.Com – Anda mungkin sering mendengar bahwa teka-teki silang atau segala permainan bergenre puzzle baik untuk mencegah pikun. Ternyata hal ini benar. Bahkan tidak hanya bermain teka-teki silang maupun puzzle, bekerja juga dapat meningkatkan daya ingat Anda. Tapi, pekerjaan seperti apakah yang mampu meningkatkan daya ingat? Jawabannya adalah pekerjaan yang menggunakan otak.

doktersehat-lesi-otak-delirium-penurunan-fungsi

Penelitian terbaru menyatakan bahwa ketika Anda memiliki pekerjaan yang mengharuskan Anda memeras otak, hal tersebut baik dalam membantu meningkatkan daya ingat dan kemampuan pikir Anda di kemudian hari.

Di kantor maupun di sekolah mungkin seringkali Anda diajak oleh atasan maupun guru untuk melakukan olahraga otak. Hal ini bukan tanpa dasar. Banyak studi sebelumnya yang menyebutkan bahwa olahraga otak baik untuk meningkatkan memori dan kemampuan berpikir. Belakangan ini diketahui ternyata pekerjaan dengan level berpikir yang tinggi menyangkut pengambilan keputusan, komunikasi, dan dinamis termasuk jenis olahraga otak yang Anda lakukan tanpa Anda sadari.

Peneliti mengukur daya ingat dan kemampuan berpikir 1.054 partisipan yang seluruhnya berusia 75 tahun, setiap satu setengah tahun selama delapan tahun menggunakan uji klinis Mini Mental State Examination (MMSE). Hasilnya berkorelasi baik terhadap memori dan kemampuan berpikir.

Peneliti juga melakukan wawancara pada partisipan mengenai riwayat pekerjaannya dan mengelompokkan berdasarkan jenis pekerjaan yang mereka lakukan dalam tiga kategori:  pengambilan keputusan, komunikasi, dan dinamis. Tugas pengambilan keputusan misalnya mengatur jadwal kerja, menyusun strategi, dan penyelesaian masalah. Tugas komunikasi misalnya mengevaluasi dan menginterpretasikan informasi. Tugas yang dinamis misalnya analisis data.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang dengan pekerjaan level tertinggi dari ketiga tipe tugas tersebut memiliki skor MMSE yang paling tinggi selama delapan tahun penelitian, dan mereka menunjukkan penurunan fungsi kognitif (daya ingat dan kemampuan berpikir) paling lambat. Faktanya, orang-orang yang dulunya memiliki pekerjaan yang menantang mental, mengalami penurunan fungsi kognitif setengah kali dari mereka yang pekerjaannya tidak menantang.

Baca Juga:  Tinggal Dekat Dengan Alam Hijau Ternyata Bisa Menurunkan Resiko Terkena Asma

Dari ketiga tipe tugas tersebut, studi menunjukkan bahwa tugas eksekutif memberikan manfaat kognitif yang paling signifikan.

“Penelitian kami penting karena menunjukkan bahwa pekerjaan yang Anda lakukan sepanjang karir Anda memiliki pengaruh terhadap kesehatan otak Anda daripada pendidikan yang Anda dapat,” berikut komentar peneliti Fransisca S. Then, Ph.D, dari Universitas Leipzig Jerman.

Penelitian sebelumnya mengindikasikan makin tinggi level pendidikan secara signifikan menurunkan angka dan derajat keparahan demensia di kemudian hari. Seperti yang ditemukan dalam studi-studi tersebut, mungkin pekerjaan yang menantang – mirip dengan pendidikan – secara efektif melatih otak untuk beradaptasi terhadap penurunan fungsi kognitif, sehingga proses tersebut terjadi lebih lambat.

“Tantangan dalam pekerjaan mungkin merupakan hal yang positif, jika mereka membangun mental seseorang dengan hal tersebut dalam jangka waktu yang panjang,” tambahnya.