Pekerja Shift Rentan Mengalami Obesitas

DokterSehat.Com – Tidak semua orang yang beruntung untuk mendapatkan pekerjaan yang disukai dan dalam waktu yang ideal. Idealnya, orang akan bekerja dari pagi hari hingga sore hari sehingga akan bisa menikmati waktu malam hari untuk beristirahat atau bercengkerama dengan keluarganya. Sayangnya, ada sebagian orang yang harus menikmati waktu kerja dengan sistem shift dimana kadangkala mereka harus bekerja saat malam hari dan di waktu lain harus bergeser ke waktu kerja lainnya. Sistem shift ini ternyata beresiko membuat pekerja terkena masalah obesitas.

doktersehat-gemuk-gendut-obesitas

Pakar kesehatan menyebutkan jika mereka yang bekerja dengan sistem shift akan cenderung bermasalah pada sistem metabolismenya. Bahkan, selain obesitas, pekerja yang terkena sistem shift akan lebih mudah terkena masalah tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, dan juga penyakit diabetes jika dibandingkan dengan mereka bekerja di waktu produktif. Hal ini terjadi karena pekerja shift akan cenderung kekurangan waktu tidur. Sebagai contoh, jika seorang pekerja yang bekerja dengan shift malam akan mendapatkan waktu istirahat di siang hari, dalam realitanya Ia akan kesulitan mendapatkan waktu tidur yang cukup di siang hari karena jam biologis tubuhnya sudah disetting untuk beristirahat di malam hari. Gangguan tidur atau insomnia ini bahkan memiliki resiko kemunculan hingga 23,6 persen jika dibandingkan dengan mereka yang bekerja dengan waktu produktif. Selain itu, dari 1.500 partisipan penelitian, 53 persen diantaranya mengakui mendapatkan masalah kurang tidur karena bekerja dengan sistem shift.

Selain tubuh menjadi lebih lesu dan mudah mengantuk, mereka yang bekerja dengan sistem shift akan lebih mudah mengalami kenaikan berat badan atau bahkan terkena diabetes. Rasio resiko terkena masalah obesitas bahkan mencapai 47,9 persen, sangat jauh mengungguli resiko terkena obesitas bagi para pekerja pada jam tradisional yang hanya mencapai 34,7 persen.

Baca Juga:  Batuk Pertussis

Di Indonesia sendiri, banyak pekerja perusahaan atau pekerja pabrik yang mengenyam tingkat pendidikan standar yang bekerja dengan sistem shift, khususnya mereka yang berjenis kelamin pria. Banyak dari mereka yang merasakan kesehatan tubuhnya semakin menurun karena sistem shift ini, sayangnya mereka tidak memiliki banyak pilihan lain untuk bisa menghidupi keluarganya. Hanya saja, jika anda masih memiliki pilihan untuk bekerja dengan jam kerja tradisional, maka ada baiknya anda mulai meninggalkan pekerjaan dengan sistem shift demi kesehatan tubuh anda.