Pekerja Kantoran Harus Rajin-Rajin Berjalan Kaki

DokterSehat.Com – Salah satu kelompok orang yang cenderung mudah mengalami masalah kesehatan adalah para pekerja kantoran. Bagaimana tidak, pekerja kantoran cenderung banyak sekali duduk baik itu di atas meja kerja, di kendaraan bermotor, hingga saat beristirahat di malam hari. Hal ini berarti, para pekerja kantoran akan cenderung kurang gerak dan hal ini bisa membuat mereka beresiko tinggi terkena masalah obesitas, apalagi jika mereka cenderung mengkonsumsi banyak camilan tidak sehat atau menerapkan pola makan yang tidak sehat. Karena alasan inilah ada baiknya pekerja kantoran mulai memperbanyak berjalan kaki agar mereka tetap terjaga kesehatannya. Tak perlu jauh-jauh, pekerja kantoran bisa berjalan sekitar 800 meter atau 1 km setiap harinya dan mereka bisa mendapatkan manfaat kesehatan seperti sebagai berikut.

doktersehat-jalan-kerja-sehat

Menjaga Kesehatan Jantung
Dengan banyak berjalan kaki, khususnya dari dan menuju tempat kerja atau saat jeda di jam kerja, maka kita akan menurunkan resiko terkena sakit jantung dengan signifikan. Fakta ini dikemukakan oleh Michael Olson, seorang pakar olahraga dari Auburn University di Amerika Serikat.

Menurunkan Resiko Terkena Stroke
Dengan rutin berjalan kaki, para pekerja kantoran juga akan sangat baik menurunkan resiko terkena stroke. Hal ini dikarenakan berjalan kaki akan membuat tekanan darah tetap stabil yang secara langsung menurunkan resiko terkena stroke.

Menurunkan Kadar Kolesterol
Dengan berjalan kaki, kita juga akan mampu menurunkan kadar kolesterol jahat atau LDL di dalam darah. Olson menyebutkan jika semakin banyak kita bergerak, maka semakin banyak pula kadar kolesterol jahat yang akan diturunkan sehingga aliran darah pun menjadi lebih lancar.

Menurunkan Stres
Berjalan kaki akan sangat efektif menurunkan kadar stres yang seringkali muncul karena masalah pekerjaan. Dengan banyak bergerak, maka tubuh akan lebih baik dalam memproduksi hormon endorfin yang akan membuat perasaan baik lebih sering muncul dan menurunkan kadar hormon stres atau hormon kortisol.