Pedofilia – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

pedofilia-doktersehat

Pedofilia adalah gangguan kejiwaan di mana orang dewasa memiliki ketertarikan seksual terhadap anak dibawah umur. Pedofilia biasanya terdeteksi setelah masa puber, saat orientasi seksualnya terfokus pada anak-anak, bukan orang dewasa. Seorang pedofil tidak dapat menentukan orientasi seksual mereka dan kemudian merasa takut akan diri mereka sendiri.

Untuk mendiagnosa seseorang dengan penyakit pedofilia, semua kriteria perilaku berikut ini perlu terpenuhi terlebih dahulu pada orang tersebut:

  • Sering terjadi atau berulang-ulang.
  • Memiliki fantasi seksual yang berlebihan.
  • Desakan atau perilaku yang melibatkan aktivitas seksual dengan anak dibawah umur (biasanya umur 14 tahun ke bawah) untuk jangka waktu minimal 6 bulan.

Pedofilia terkadang menjadi topik yang tabu, tapi seringkali menjadi perbincangan. Siapa orang-orang yang pedofil itu? Bagaimana pedofilia diterapi oleh komunitas medis?

Tidak semua pedofil menganiaya anak-anak. Penganiayaan itu ditentukan dengan perilaku orang, sedangkan pedofil ditentukan berdasarkan nafsu orang tersebut. Beberapa pedofil secara seksual memang melakukan pendekatan terhadap anak-anak sepanjang hidup mereka. Namun tidak jelas seberapa sering para pedofil melakukannya.

Apakah pedofilia dikategorikan suatu gangguan mental?

American Psychiatric Associaton (APA) memasukkan pedofilia ke dalam Manual Diagnosis dan Statistik Gangguan Jiwa (DSM) sejak tahun 1968. Di dalam DSM, yang diperbaharui secara periodik, pedofilia telah dikelompokkan dengan parafilia lainnya – di mana APA mendefinisikannya sebagai ‘suatu dorongan, fantasi, dan perilaku seksual yang berulang, yang melibatkan anak-anak, entah sebagai subjek ataupun angan-angan fantasi’

Namun, pada DSM edisi selanjutnya, DSM 5 merujuk suatu diagnosis ‘gangguan pedofilia’, di mana pedofilia dijadikan suatu diagnosis gangguan pedofilik ketika hal ini membuat orang tersebut merasa cemas, bersalah, berbeda, atau sulit untuk mencapai tujuan hidup, atau jika dorongan mereka untuk kepuasan seksual membuat mereka melakukan hubungan seksual dalam kehidupan nyata.

Apakah pedofilia dapat diobati?

Ya, pedofilia dapat diobati. Meskipun para ahli banyak yang berpikir bahwa pedofilia tidak dapat diobati, akan tetapi metode terapi dipercaya dapat membantu orang-orang pedofil mengatur perasaan dan tidak melakukan dorongan seksualnya di kehidupan nyata. Beberapa pasien yang tidak mampu mengontrol dorongan seksualnya memang membutuhkan obat untuk mengurangi hasrat seksulanya.

Apakah pedofil hanya tertarik pada anak-anak?

Beberapa pedofil dapat juga tertarik pada orang dewasa sama seperti mereka tertarik pada anak-anak, namun tidak diketahui seberapa sering hal ini terjadi, karena kebanyakan pedofilia ditemukan berdasarkan mereka yang melakukan kekerasan seksual terhadap anak. Jarang sekali kasus pedofilia yang terjadi jika seseorang dewasa sejak awal memang sudah tertarik pada sesama orang dewasa.

Apakah pedofilia terjadi pada wanita dan pria?
Hampir semua pedofil adalah pria, namun tidak menutup kemungkinan bagi wanita mengidap pedofilia. Data yang akurat belum berhasil dikumpulkan karena mayoritas pasien menutup dirinya dari masyarakat. Penelitian penyakit ini dilakukan pada pedofil yang melakukan kekerasan seksual, maka dari itu hasilnya masih belum pasti.

Bagaimana pedofil biasanya menghadapi perasaan mereka?

Beberapa pedofil merangkul dan mencoba untuk membenarkan orientasi seksual mereka. Yang Lain mengakui bahwa mendekati anak dalam kehidupan nyata adalah salah secara moral. Seorang pedofil mudah untuk frustasi, merasa terisolasi, kesepian, depresi, dan cemas. Stres pada penderita gangguan pedofilia dapat menyebabkan berbagai masalah psikologis sekunder. Namun, ada beberapa individu tangguh yang berhasil menjalani kehidupan yang produktif dan sukses, meskipun seksualitas mereka tetap menjadi sumber frustrasi.

Untuk diketahui, tidak ada ciri khas seorang pedofil, penyakit ini bisa menjangkiti mereka yang muda dan tua. Biasanya pedofil tidak memilih anak-anak yang asing sebagai korbannya. Mereka cenderung memilih anak yang sudah mereka kenal baik itu keluarga, tetangga, atau anggota komunitas yang diikuti oleh pedofil.