Bronkopneumonia – Patogenesis dan Penanganan

Diperkirakan sekitar 25-75% anak dengan pneumonia bakteri didahului dengan infeksi virus. Secara patologis, terdapat 4 stadium pneumonia, yaitu:

doktersehat-cedera-paru-efusi-pleura

  1. Stadium I (Stadium kongesti), 4-12 jam pertama, yaitu hiperemia, mengacu pada respon peradangan permulaan yang berlangsung pada daerah baru yang terinfeksi. Hal ini ditandai dengan peningkatan aliran darah dan permeabilitas pembuluh darah di tempat infeksi. Hiperemia ini terjadi akibat pelepasan mediator-mediator peradangan dari sel-sel mast (sel pertahanan tubuh) setelah pengaktifan sel imun dan cedera jaringan.
  2. Stadium II (Hepatisasi merah), 48 jam berikutnya, terjadi sewaktu alveolus terisi oleh sel darah merah, eksudat dan fibrin yang dihasilkan oleh sel tubuh sebagai bagian dari reaksi peradangan. Lobus yang terkena menjadi padat oleh karena adanya penumpukan leukosit, eritrosit dan cairan, sehingga warna paru menjadi merah dan mengeras seperti perabaan hati, pada stadium ini udara alveoli tidak ada atau sangat minimal sehingga anak akan bertambah sesak, stadium ini berlangsung sangat singkat, yaitu selama 48 jam.
  3. Stadium III (Hepatisasi kelabu), 3-8 hari berikutnya, yang terjadi sewaktu sel-sel darah putih mengkolonisasi daerah paru yang terinfeksi. Pada saat ini endapan fibrin terakumulasi di seluruh daerah yang cedera dan sisa-sisa sel akan dibersihkan oleh sel-sel pertahanan tubuh, yang disebut fagositosis. Pada stadium ini sel darah merah di alveoli mulai berkurang, lobus masih tetap padat karena berisi fibrin dan sel darah putih, warna paru yang tadinya merah menjadi pucat kelabu dan kapiler darah tidak lagi mengalami kongesti.
  4. Stadium IV (Stadium resolusi), 7-11 hari berikutnya, terjadi sewaktu respon imun dan peradangan mereda, sisa-sisa sel fibrin dan eksudat lisis dan diabsorsi oleh sel makrofag sehingga jaringan kembali ke strukturnya semula.
Baca Juga:  Bronkopneumonia - Klasifikasi dan Proses Perjalanan Penyakit

Penanganan
Penanganan pneumonia khususnya bronkopneumonia pada anak terdiri dari 2 macam, yaitu penanganan secara umum dan khusus.

Penanganan secara umum

  1. Pemberian oksigen lembab 2-4 L/menit hingga sesak nafas mereda atau pengecekan tekanan oksigen pada darah (PaO2 pada analisis gas darah) 60 torr.
  2. Pemasangan infus untuk pemberian cairan dan memperbaiki elektrolit tubuh.
  3. Asidosis (kadar pH darah terlalu rendah atau asam) diatasi dengan pemberian bikarbonat intravena (melalui selang infus).

Penanganan secara khusus

  1. Mukolitik, ekspektoran dan obat penurun panas sebaiknya tidak diberikan pada 72 jam pertama karena akan membuat respon antibiotik awal tidak terbaca dengan jelas.
  2. Obat penurun panas diberikan hanya pada penderita dengan suhu tinggi, takikardi (denyut jantung yang terlalu cepat yaitu di atas 100 kali permenit), atau penderita kelainan jantung
  3. Pemberian antibiotika berdasarkan mikroorganisme penyebab dan gejala yang ditunjukkan.