Paru-Paru Basah, Adakah Istilah Ini di Dunia Kedokteran?

DokterSehat.Com – Ketika bertugas di daerah sering kali dokter mendapat keluhan dari pasien berupa paru-paru basah. Istilah ini sangat asing dalam dunia medis karena dari standart diagnostik yang digunakan di Indonesia yaitu ICD-10 tidak menemukan diagnostik seperti ini. Setelah menelusuri lebih dalam dan berdasarkan pengalaman yang ada mungkin maksud paru-paru basah disini adalah effusi pleura. Memang effuse identik dengan air atau bisa disamakan dengan basah.

doktersehat-paru-paru-Asbestosis-Fibrosis-paru-kanker-pneumonia

Effusi pleura adalah penumpukan cairan yang terjadi didalam rongga pleura (rongga antara paru dan thoraks). Rongga pleura normalnya berisi sejumlah kecil cairan yang sifatnya hanya melapisi sehingga paru-paru tidak bergesekan pada saat kita bernafas. Namun ada beberapa kondisi dimana cairan didalam rongga pleura menjadi berlebih ataupun isi cairannya tidak berupa cairan bening melainkan darah atau nanah. Kelainan pada pleura hampir selalu merupakan kelainan sekunder (bukan asli dari pleura itu sendiri). Kelainan primer pada pleura yang jarang terjadi seperti infeksi kuman intrapleura ataupun tumor pada pleura.

Kelaianan sekunder lebih mendominasi sebagai penyebab terjadinya effusi pleura. 80% kasus penyebab terjadinya effusi pleura di Indonesia adalah karena TBC paru. Penyebab lainnya yang sering ditemukan adalah karena hambatan penyerapan kembali cairan dari rongga pleura karena adanya bendungan disekitarnya seperti pada penyakit dekompensasi jantung (gagal jantung), penyakit ginjal, tumor mediastinum (rongga dada), sindroma meig ( tumor ovarium) dan sindroma vena kava superior (pembuluh pena yang menuju jantung). Contoh lainnya adalah karena produksi cairan yang berlebih akibat radang seperti TBS, pneumonia, bronkiektasis, infeksi jamur dan amuba.

Gejala yang dihasilakan oleh effusi pleura tergantung penyakit yang didasarinya. Namun ada gejala-gejala yang didapatkan secara umum seperti :

  1. Adanya timbunanan cairan yang mengakibatkan rasa sakit saat bernafas dan sesak nafas
  2. Adanya gejala-gejala penyakit penyebab seperti demam, menggigil, dan nyeri dada pada seluruh permukaan dada, panas tinggi/subfebris, banyak keringat, batuk dan mengeluarkan banyak riak
  3. Trakea atau secara awam dikenal tenggorok yang miring kearah berlawanan sisi pleura yang sakit
  4. Pemeriksaan saat duduk dan berbaring akan berlainan karena saat duduk cairan akan menempati posisi yang lebih rendah karena adanya gravitasi. Sisi yang sakit akan kurang bergerak pada saat bernafas, getaran suara yang dihantarkan (stem fremitus) melemah
  5. Pada perkusi (cara mengetuk paru dengan jari) didapatkan suara yang nyaring (pekak) seperti ada cairan di bawahnya
Baca Juga:  Mensiasati Cemilan Sehat Untuk Penderita Diabetes

Apabila kita menemukan gejala tersebut terlebih sudah memiliki penyakit pendahulu alangkah baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter.