Paracetamol pada Dewasa – Dosis, Indikasi, Kontraindikasi, dan Efek Samping

Nama: Paracetamol atau Acetaminophen
Merk terkenal: Panadol
Nama generik: asetaminofen, parasetamol
Sediaan:



  • tablet 325 mg, 500 mg
  • kaplet: 325 mg, 500 mg, 650 mg
  • kapsul: 500 mg
  • sirup oral (diminum) atau sediaan cair: 160 mg per 5 ml

Penggunaan dan Dosis
Obat in digunakan untuk meredakan nyeri ringan sampai sedang (mulai dari sakit kepala, nyeri haid, sakit gigi, sakit punggung, osteoartritis, atau nyeri karena flu dan batuk) dan untuk menurunkan panas.
Untuk Analgesik (Pereda nyeri) dan Demam pada Dewasa:

  • Jika ingin efek biasa: obat diberikan 325 – 650 mg per oral atau per rectal (via dubur) setiap 4 jam bila perlu, jangan melebihi dosis 3250 mg/hari; dan di bawah pengawasan profesional kesehatan, dengan dosis harian maksimal sampai dengan 4 g/hari
  • Jika ingin efek ekstra: 1000 mg per oral setial 6 – 8 jam jika perlu, jangan melebihi 3000 mg/hari, di bawah pengawasan profesional kesehatan, dosis harian maksimal sampai 4 g/hari

Cara penggunaan:
Obat diminum langsung secara peroral (ditelan). Ikuti semua petunjuk produk. Jika Anda tidak yakin dengan informasi yang tercantum di penggunaan, konsultasikan dengan dokter atau ahli farmasi.
Peringatan:
Keterlibatan ginjal
Kerja obat yang lebih lama dan penurunan dosis dapat diguakan pada pasien dengan gangguan ginjal berat (dengan kadar CrCl <30 mL/menit)
Keterlibatan hati
Hati-hati penggunaan asetaminofen pada pasien dengan penyakit hati
Efek samping

  • Frekuensi tidak dapat ditentukan
  • Angioedema
  • Disorientasi
  • Bingung
  • Kemerahan makulopapuler pruritik pada kulit
  • Ruam
  • Hiperamonemia
  • Sindrom Stevens Johnson (SSJ)
  • Nekrolisis epidermal toksik (NET)
  • Urtikaria
  • Perdarahan gastrointestinal
  • Edema laring
  • Agranulositosis
  • Leukopenia
  • Netropenia
  • Pansitopenia
  • Trombositopenia
  • Trombositopeni purpura
  • Hepatotoksisitas
  • Gagal hepar
  • Nefrotoksisitas
  • Pneumonitis
  • anafilaktoid

 
Pada ibu hamil
Obat dapat melewati plasenta, namun aman pada setiap fase kehamilan jika digunakan dalam jangka pendek. Keamanan untuk kehamilan: kategori B.
Jenis kategori obat untuk kehamilan:

  • Kategori A: secara umum dapat diterima, telah melalui penelitian pada wanita-wanita hamil, dan menunjukkan tidak ada bukti kerusakan janin
  • Kategori B. mungkin dapat diterima oleh wanita hamil, telah melalui penelitian pada hewan coba namun belum ada bukti penelitian langsung pada manusia.
  • Kategori C: digunakan dengan hati-hati. Penelitian pada hewan coba menunjukkan risiko dan belum ada penelitian langsung pada manusia
  • Kategori D: digunakan jika memang tidak ada obat lain yang dapat digunakan, dan dalam kondisi mengancam jiwa.
  • Kategori X: jangan digunakan pada kehamilan.
  • Kategori NA: tidak ada informasi
Baca Juga:  Natrium/Kalium Diklofenak - Kehamilan, dan Menyusui (3)

Pada ibu menyusui
Aman untuk ibu menyusui, meskipun obat dapat keluar melalui ASI.