Pantangan Penderita Asam Urat

doktersehat kapan anak boleh makan durian

DokterSehat.Com – Penyakit asam urat terasa nyeri di bagian persendian yang sangat menyiksa dan mengganggu bagi penderitanya. Serangan asam urat dapat terjadi pada siapa saja dan bisa terjadi baik pada hitungan bulan maupun hari. Pria yang berbadan gemuk/obesitas adalah kelompok orang yang berisiko tinggi terkena penyakit asam urat.

Kebanyakan makanan tinggi purin terkandung dalam daging, seperti daging sapi, hati, kalkun dan beberapa ikan. Namun, ada beberapa sayuran yang tinggi purin dan akan memicu peningkatan jumlah asam urat dalam tubuh.

Asam urat akan mengkristal dan terkumpul di persendian, menyebabkan inflamasi (peradangan) dan pembengkakan yang merupakan tanda-tanda dan gejala klasik asam urat. Istilah medis untuk terlalu banyak asam urat di aliran darah adalah hyperuricemia.

Pantangan makanan penderita asam urat

Berikut berbagai macam makanan dan minuman pantangan asam urat agar menghindari mengonsumsinya:

  • Makanan laut seperti udang, kepiting, remis, dan tiram, cumi-cumi.
  • Minuman yang mengandung alkohol seperti tape, bir, tuak pahit, dan lainnya.
  • Makanan kaleng seperti sarden, kornet sapi, dan lainnya.
  • Jeroan seperti usus, hati, limpa, paru, otak, jantung, ginjal, dan lainnya.
  • Beberapa jenis buah-buahan seperti durian, avokad, air kelapa muda, dan emping melinjo, dan lainnya.
  • Kaldu daging.

Makanan yang Boleh Dikomsumsi Penderita Asam Urat

Berikut makanan yang boleh dikonsumsi penderita asam urat, namun dalam jumlah sedikit:

  • Tahu dan tempe, ikan, daging kambing, daging ayam, daging sapi.
  • Beberapa jenis sayuran tertentu seperti kangkung, bayam, brokoli, dan tauge, daun pepaya, asparagus, kacang-kacangan, dan jamur.
  • Beberapa pendapat bahwa lemak dapat menghambat pengeluaran asam urat lewat urine. Makanan berlemak seperti santan, margarine, mentega, atau gorengan.

Jenis Sayuran yang Perlu Dihindari Penderita Asam Urat

Pada umumnya sayuran memiliki peranan yang sangat berguna untuk kesehatan, tetapi untuk kasus asam urat, ada beberapa jenis sayuran yang perlu dihindari, di antaranya:

1. Bayam

Bayam adalah sayuran berdaun hijau yang tinggi zat besi, vitamin C, luteins, beta-karoten dan flavonoid. Sayangnya bagi orang yang menderita gout atau asam urat, bayam merupakan salah satu sayuran yang harus dihindari karena kandungan purin tinggi. Menurut tabel makanan AcuMedico, bayam memiliki 57 gram purin untuk setiap 100 gram bayam.

2. Asparagus

Asparagus tinggi folat dan kalium dan dapat dimakan baik panas atau dingin, setelah dimasak. Asparagus juga merupakan salah satu sayur yang sebaiknya dihindari untuk penderita asam urat karena kandungan purinnya tinggi. Menurut AcuMedico, kandungan purin 23 gram per 100 gram asparagus.

3. Kembang kol

Kembang kol adalah sayuran silangan yang tidak sering ditemukan di dalam makanan lain, tetapi seringkali disajikan dalam campuran sayuran atau sebagai lauk. Dalam daftar sayuran yang mengandung purin dalam jumlah tinggi, kembang kol juga termasuk salah satunya. Menurut AcuMedico, purin yang terkandung di dalam kembang kol adalah 51 gram per 100 gram kembang kol.

4. Jamur

Ada kisaran 92-17 gram purin per 100 gram jamur, menurut AcuMedico. Hal ini pada daftar sayuran yang harus dihindari jika Anda mencoba untuk membatasi jumlah asam urat.

Makanan yang Perlu Dikonsumsi Penderita Asam Urat

Bila ada yang dihindari tentu ada juga yang dianjurkan. Ada beberaa hal yang bisa membantu Anda mengatasi asam urat, yaitu:

  • Konsumsi makanan yang mengandung potasium tinggi seperti kentang, yoghurt, dan pisang.
  • Konsumsi buah yang banyak mengandung vitamin C, seperti jeruk, pepaya dan stroberi.
  • Buah dan sayuran untuk mengobati penyakit asam urat: buah naga, belimbing wuluh, jahe, labu kuning, sawi hijau, sawi putih, serai, dan tomat.
  • Perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan ubi.
  • Kurangi konsumsi karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali, dan sirup.
  • Jangan minum aspirin.
  • Jangan bekerja terlalu keras/kelelahan.

Kadar Normal Penderita Asam Urat

Pemeriksaan asam urat di laboratorium dilakukan dengan dua cara, enzimatik dan teknik biasa. Kadar asam urat normal menurut tes enzimatik maksimum 7 mg/dl. Sedangkan pada teknik biasa, nilai normalnya maksimum 8 mg/dl. Bila hasil pemeriksaan menunjukkan kadar asam urat melampaui standar normal itu, penderita dimungkinkan mengalami hiperurisemia.

Kadar asam urat normal pada pria dan perempuan berbeda. Kadar asam urat normal pada pria berkisar 3,5–7 mg/dl dan pada perempuan 2,6–6 mg/dl. Kadar asam urat di atas normal disebut hiperurisemia.

Perjalanan penyakit yang klasik biasanya dimulai dengan suatu serangan atau seseorang memiliki riwayat pernah melakukan cek asam uratnya tinggi di atas 7 mg/dl, dan makin lama makin tinggi.

Pengobatan asam urat

Perawatan asam urat biasanya melibatkan obat-obatan. Obat apa yang Anda dan dokter pilih akan didasarkan pada kesehatan Anda saat ini dan preferensi Anda sendiri.

Obat asam urat dapat digunakan untuk mengobati serangan akut dan mencegah kekambuhan. Obat-obatan juga dapat mengurangi risiko komplikasi dari asam urat, seperti pengembangan tophi dari deposit kristal urat.

Gaya hidup dan pengobatan di rumah

Obat-obatan seringkali merupakan cara paling efektif untuk mengobati asam urat akut dan dapat mencegah serangan asam urat berulang. Namun, membuat perubahan gaya hidup tertentu juga penting, seperti:

  • Membatasi minuman beralkohol dan minuman yang dimaniskan dengan gula buah (fruktosa). Sebaliknya, minum banyak minuman nonalkohol, terutama air.
  • Membatasi asupan makanan tinggi purin, seperti daging merah, daging organ dan makanan laut.
  • Berolahraga secara teratur dan menurunkan berat badan. Menjaga tubuh Anda pada berat badan yang sehat mengurangi risiko asam urat.

Agar asam urat tidak kambuh, perlu diingat pantangannya ya, Teman Sehat!