Pandangan Donor Mata dalam Agama Islam

DokterSehat.com – Seseorang yang organ tubuhnya sehat dan sempurna akan dapat melaksanakan tugas hidupnya sebagai khalifah Allah di bumi dengan baik. Sebaliknya jika ada organ tubuh pentingnya yang terganggu, misalnya buta, akan tidak dapat melaksanakan amanat Allah SWT yang maksimal. Menyumpangkan kornea mata setelah meninggal dunia dengan harapan agar setelah sembuh nanti akan lebih berfungsi dan bermanfaat bagi masyarakat merupakan suatu amal jariyah yang akan terus menerus memberikan pahala kepadanya di akhirat kelak. Jadi donor mata dalam ajaran Islam tidak dilarang karena sesuai dan sekaligus merupakan penjabaran dari Islam sendiri.



Di Indonesia kegiatan penggalangan kornea donor dilandasi dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia, 13 Juni 1979 , ‘Seseorang yang semasa hidupnya berwasiat akan menghibahkan kornea matanya sesudah wafatnya, dengan diketahui dan disetujui dan disaksikan oleh ahli warisnya, wasiat itu dapat dilaksanakan dan harus dilaksanakan oleh ahli bedah‘ yang ditanda tangani oleh Ketua Komisi Fatwa MUI K.H. Syukri Ghozali.

Firman-firman Allah lainnya dalam Alqur’an yang jadi rujukan fatwa:

  • Surat Ali Imran ayat 92

    “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaikan (yang sempurna), sebelum kamu mendermakan sesuatu yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu dermakan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. “
  • Surat Al Baqarah ayat 195

    “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”
  • Surat Al Maidah ayat 2
    Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.

Tiga Hadist mengenai kesembuhan yang membenarkan donor mata


Hadist riwayat Bukhori dan Muslim

Baca Juga:  Hipertensi, The Silent Disease

“Allah akan selalu menolong hambaNya, sesama hamba itu menolong sesamanya”

Hadist riwayat Imam Muslim

“Setiap penyakit ada obatnya. Apabila penyakit tersebut diberi obat yang tepat, tentu akan sembuh dengan izin Allah zza wa jalla

Hadist riwayat H.R Abu Daud, Tarmizi, Nasa’I dan Ibnu Majjah

“Berobatlah hai hamba Allah, karena sesungguhnya Allah SWT tidak mengadakan penyakit kecuali mengadakan obatnya. Hanya satupenyakit yang tidak ada obatnya ialah penyakit tua

Tahukan anda kerusakan kornea disebabkan karena penyakit bawaan, kekurangan vitamin A, kerusakan kornea (infeksi / trauma) dan komplikasi operasi mata. Jadilah Obat bagi sesama hamba Nya.

 

Serta Keputusan Mu’tamar Tarjib Muhammadiyah (1980), ‘Transplantasi kornea mata dibenarkan menurut hukum Islam dengan pertimbangan, bahwa bagi donor yang telah meninggal, korneanya sudah tidak diperlukan lagi. Padahal jika korneanya dimanfaatkan oleh seorang tuna netra akan sangat besar manfaatnya. Meskipun si tuna netra tidak akan meninggal karena tidak dapat melihat, namun penglihatan merupakan kebutuhan hidup dan akan makin menyempurnakan fungsi hidup si tuna netra setelah dapat melihat.

Selain itu, UK Islamic Transplantation juga menyebutkan bahwa ‘Muslim Scholar, akademi yang paling bergengsi sepakat menyatakan bahwa donasi organ (termasuk kornea) adalah tindakan pahala dan dalam keadaan tertentu dapat menjadi kewajiban’.

Baca lebih lanjut mengenai menjadi Calon Donor Mata disini