Pakar: Penyakit Ini Muncul Gara-Gara LGBT Semakin Marak

doktersehat-seks-pasangan-hubungan-intim-usia-lanjut
pic credit: stuart conner

DokterSehat.Com– Ikhsan Gumilar, salah seorang pakar neuropsikolog terkemuka, baru-baru ini mengemukakan pendapat tentang semakin maraknya LGBT di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Belakangan ini, bahasan LGBT memang menghangat di tengah-tengah masyarakat tanah air, khususnya bagi para warganet, apalagi semenjak Mahkamah Konstitusi (MK) menyebutkan bahwa pelaku LGBT tidak bisa dipidana.

Bahasan LGBT memang masih cukup kontroversial karena terkait dengan norma agama atau bahkan norma masyarakat. Meskipun di berbagai belahan dunia telah banyak orang yang menyuarakan kebebasan dan kesetaraan bagi para pelaku LGBT, dalam realitanya masih banyak orang pula yang menolak keberadaanya karena dianggap sebagai penyakit yang meresahkan.

Menurut Ikhsan, semenjak LGBT semakin marak di Indonesia, jumlah kasus kanker anus di tanah air memang cenderung meningkat. Padahal, kanker ini sebenarnya adalah salah satu jenis kanker yang paling jarang muncul. Hingga tahun 2015 saja, kasus kanker anus cenderung meningkat hingga 1-3 persen. Hal ini diduga disebabkan oleh aktifitas seksual yang dilakukan oleh para pelaku LGBT yang cenderung kerap melibatkan anus.

Ikhsan juga menyebutkan bahwa kebanyakan kasus kanker anus di negara berkembang memang diderita oleh pasangan homoseksual, bukannya oleh orang yang memiliki orientasi seks yang normal.

Ikhsan termasuk dalam orang yang tidak setuju dengan keputusan Mahkamah Konstitusi yang menolak uji materi bagi pasal 284, 285, serta 292 KUHP yang memang ditujukan untuk mempidana para pelaku LGBT. Menurut Dia, pasal-pasal ini bisa menjadi cara untuk menghentikan LGBT yang semakin meresahkan masyarakat.

Sebaliknya, cukup banyak orang yang ternyata mendukung keputusan MK ini karena dianggap menghargai Hak Asasi Manusia yang dimiliki oleh semua orang, termasuk para pelaku LGBT.

Kalau menurut pendapat anda sendiri, bagaimana?