Pakar Kesehatan: Sebagian Besar Ibu yang Baru Melahirkan Terkena Sindrom Baby Blues

DokterSehat.Com – Kasus mutilasi bayi yang terjadi di Cengkareng, Jakarta Barat, menyita perhatian banyak orang belakangan ini. Bagaimana tidak, tentu menjadi hal yang sangat tidak masuk diakal seorang ibu dengan tega membunuh dan memutilasi buah hatinya sendiri setelah mengandung selama 9 bulan dan merawatnya dengan sepenuh hati. Memang, ada dugaan sang ibu mengalami masalah kejiwaan yang luar biasa sehingga bisa tega membunuh anaknya sendiri. Namun, hal ini juga menjadi tanda bahaya bagi banyak orang, khususnya bagi pasangan yang baru saja menikah dimana ada besar kemungkinan sang ibu mengalami sindrom baby blues yang bisa membuatnya merasa tidak nyaman, sedih, atau bahkan tidak ingin lagi merawat sang bayi.

doktersehat-sindrom-baby-blues-menyusui-tersendat

Pakar kesehatan psikologi Nuzulia Rahma Tristinarum menyebutkan jika sindrom baby blues sangat wajar terjadi pada ibu yang baru saja melahirkan, apalagi jika ibu ini tidak mendapatkan dukungan dari suami atau keluarganya dengan baik saat merasa lelah atau kesulitan dalam merawat bayi. Sebuah penelitian bahkan menyebutkan jika 80 persen ibu akan mengalami sindrom ini.

Nuzulia menyebutkan jika pemicu dari sindrom baby blues adalah adanya fluktuasi hormon yang membuat ibu mengalami depresi alih-alih bahagia setelah mendapatkan bayi. Biasanya, ibu akan mengalami tanda-tanda layaknya rasa sedih, sensitif, mudah menangis, dan kerap kali merasa cemas. Beruntung, rata-rata sindrom ini hanya akan berlangsung selama 3 hingga 6 hari saja, meskipun memang ada yang mengalaminya hingga dua minggu. Namun, asalkan mendapatkan dukungan dari keluarga, maka sindrom ini pun akan bisa segera berlalu.

Hanya saja, ada beberapa kasus dimana sindrom ini berlangsung sangat lama, apalagi jika ditambah dengan depresi yang terjadi pasca melahirkan atau yang dikenal sebagai postpartum depression, dan tanpa adanya dukungan dari keluarga saat mengurus sang bayi, maka dikhawatirkan ibu bisa sampai tega melukai atau bahkan membunuh bayinya. Karena alasan inilah ada baiknya ibu yang baru melahirkan dibantu untuk mengurus bayi sehingga bisa mendapatkan waktu untuk rileks dan beristirahat. Hal ini diyakini bisa semakin membantu ibu dalam mengatasi sindrom baby blues.