Pakar Kesehatan Masih Mencari Tahu Penyebab Kelahiran Prematur

DokterSehat.Com – Salah satu ketakutan yang dialami oleh ibu hamil adalah bayinya akan mengalami kelahiran prematur sehingga ada resiko sang bayi bisa saja mengalami kematian atau bahkan gangguan pertumbuhan begitu dilahirkan. Pakar kesehatan sendiri menyebutkan jika kelahiran premature bisa terjadi pada usia kehamilan sebelum 37 minggu. Sayangnya, meskipun cukup banyak terjadi di seluruh dunia, pakar kesehatan sendiri masih belum benar-benar mengerti apa saja penyebab dari kelahiran premature ini.

doktersehat-sifilis-kongenital-bayi-Harlequin-Ichthyosis-mikrosefali

Pakar kesehatan dr. Joe Leigh Simpson menyebutkan jika kelahiran premature bahkan telah menjadi pemicu utama kematian pada anak balita di seluruh dunia. Ia pun melakukan sebuah penelitian bersama dengan timnya untuk mengecek data dari 4.1 juta kehamilan yang terjadi di berbagai tempat di seluruh dunia, yakni 1,3 juta data dari Negara Bagian California, Amerika Serikat, dan 2,8 Juta dari Selandia Baru, Republik Cheska, Swedia, dan Slovenia. Negara-negara tersebut sendiri dikenal sebagai Negara yang berada dalam peringkat atas Indeks Pembangunan Manusia yang berarti masyarakatnya hidup dengan tingkat kesehatan, standar hidup, dan standar pendidikan yang cukup tinggi.

Dari penelitian ini, sepertiga penyebab dari kelahiran prematur adalah karena persalinan spontan. Namun, yang menjadi masalah adalah, Simpson dan timnya sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi pada dua per tiga kelahiran prematur lainnya. Ada beberapa kemungkinan yang terjadi dari keracunan pada saat kehamilan yang dipicu oleh preeclampsia atau tekanan darah tinggi pasa saat kehamilan, hingga sang ibu yang baru pertama kali mengalami kehamilan dan mengandung janin berkelamin laki-laki. Namun, hal-hal tersebut masih belum benar-benar menjawab penyebab persalinan prematur yang sebenarnya.

Simpson sendiri menyebutkan jika ada 15 juta bayi yang lahir secara prematur setiap tahunnya dan satu juta diantaranya akhirnya meninggal. Seringkali bayi yang lahir secara prematur ini kurang mendapatkan perawatan medis yang memadai layaknya harus dimasukkan ke inkubator dengan segera padahal, banyak rumah sakit di Negara berkembang layaknya di Indonesia yang masih belum dilengkapi oleh peralatan inkubator yang cukup atau bahkan NICU (Neonatal Intensive Care Unit) bagi bayi yang dalam kondisi sangat lemah.