Pakar Kesehatan : Ada Baiknya Memang Pria Tidak Buang Air Kecil Dengan Posisi Jongkok

DokterSehat.Com – Pakar kesehatan dr. Setiyo, baru-bariu ini mengungkapkan sebuah saran yang cukup kontroversial mengenai posisi pria dalam melakukan buang air kecil. Bila biasanya kita mendengarkan saran dari orang tua bahwa pria akan kurang sopan jika melakukan buang air kecil dengan posisi berdiri, dr. Setiyo justru menyebutkan jika posisi jongkok yang biasanya dianggap sebagai posisi yang sopan justru tidak direkomendasikan. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

shutterstock_292968971 copy

Jika kebanyakan orang tua mengaitkan posisi buang air kecil pria dengan persoalan agama atau kebersihan karena dengan posisi jongkok tentu akan meminimalisir percikan yang mengotori bagian tubuh lain atau celana, maka dr. Setiyo justru menekankan posisi buang air kecil dalam posisi jongkok yang dianggap kurang sehat bagi saluran pembuangan urin. Menurut dr. Setiyo, secara fisik pria memang memiliki uretra, sebuah saluran yang menghubungan kandung kemih dengan saluran pembuangan air seni yang ada pada organ penis, dengan ukuran yang cukup panjang, lebih panjang dari yang dimiliki kaum hawa. Uretra sendiri memiliki fungsi utama sebagai saluran pembuangan urine yang berasal dari organ ginjal.

Pada tubuh pria, kita bisa menemukan adanya prostat pada bagian bawah kandung kemih dimana kelenjar prostat justru mengelilingi uretra. Jika pria mengeluarkan air seninya dengan posisi jongkok, dikhawatirkan uretra ini terjepit oleh kelenjar prostat yang mengelilinginya sehingga air seni pun tidak bisa dengan mudah dikeluarkan.

Lantas, jika posisi jongkok ternyata kurang baik bagi proses buang air kecil pria, posisi apakah yang ideal dan cukup sehat bagi kesehatan saluran pembuangan urin? Dr Setiyo menyebutkan jika posisi duduk adalah posisi yang paling ideal karena tidak akan ada resiko terjepitnya uretra oleh kelenjar prostat. Uniknya, bagi kaum hawa posisi ideal untuk buang air kecil menurut dr. Setiyo justru adalah posisi jongkok mengingat saluran uretra pada kaum hawa cenderung pendek dan organ tubuh wanita tidak memiliki kelenjar prostat.