Pakar Kesehatan: 1 dari 4 Pasien Kanker yang Meninggal Ternyata Disebabkan Oleh Rokok

DokterSehat.Com – Sudah menjadi rahasia umum jika rokok adalah salah satu hal yang berkontribusi paling besar pada munculnya berbagai masalah kesehatan, khususnya kanker. Sayangnya, meskipun sudah diumumkan bahayanya, tetap saja jutaan orang di seluruh dunia menikmati rokok ini setiap harinya. Padahal, baru-baru ini pakar kesehatan mengungkapkan jika rokok adalah pemicu dari meninggalnya satu dari empat pasien kanker. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-wanita-perokok-pendarahan-otak-permen-karet-nikotin

Dari sebuah penelitian yang diungkapkan oleh ABC News dan melibatkan data dari 167 ribu kematian yang disebabkan oleh kanker pada tahun 2014 di Amerika Serikat, diketahui bahwa 29 persen diantaranya ternyata disebabkan oleh rokok. Rokok inilah yang menjadi pemicu kematian penderita kanker paru-paru, kanker tenggorokan, kanker perut, kanker usus, kanker pankreas, kanke ginjal, hingga kanker darah atau leukimia. Dari data ini, diketahui bahwa kematian yang disebabkan oleh kanker dan berkaitan dengan konsumsi rokok seringkali ditemukan pada pria dengan kulit hitam dengan persentase 35 persen dan wanita berkulit putih dengan persentase 21 persen.

Pakar kesehatan menyebutkan jika area Amerika Serikat sebelah selatan yang memang memiliki persentase warga yang merokok sangat tinggi menjadi tempat dimana banyak kematian pasien kanker yang disebabkan oleh rokok. Salah satunya adalah Arkansas dimana pria yang meninggal karena rokok bisa mencapai 40 persen dari seluruh data dan di Kentucky dimana wanita yang meninggal karena rokok mencapai 29 persen.

14 negara bagian di Amerika Serikat diketahui masih terlalu lunak dalam menerapkan kebijakan tentang rokok dan bahkan harga dari sebungkus rokok disana masih cenderung sangat murah, yakni 49 sen, jauh dari Negara bagian lain yang bisa mencapai US$ 1,8. Karena mudah didapatkan dan kultur sosial di Negara-negara bagian selatan memang masih menggemari rokok, layaknya di Indonesia, maka masalah kesehatan yang berkaitan dengan rokok pun semakin mudah ditemukan.