P3K Tenggelam

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) untuk kejadian Tenggelam untuk para pembaca DokterSehat.com, semoga bisa berguna untuk penanganan nya secara tepat dan cepat:




Tips P3K

Tenggelam

Tenggelam menjadi salah satu penyebab kematian yang terbilang cukup sering. Pada hakikatnya kematian yang menimpa korban tenggelam terjadi akibat adanya sumbatan jalan pernafasan serta kekurangan oksigen (hipoksia). Korban tenggelam harus segera di bawa ke permukaan untuk mendapatkan Resusitasi jantung Paru (RJP). RJP yang dilakukan di air memang merupakan tindakan yang berrisiko tinggi bagi kedua belah pihak, korban dan penolong. Akan tetapi jika penolong telah terlatih dan mumpuni, langkah ini masih mungkin jadi pilihan penyelamatan.

Begitu penderita sampai ke darat, Resusitasi jantung Paru dapat cepat dilaksanakan dengan frekuensi lima siklus sebelum penolong meminta bantuan.  Tindakan menyapu mulut dengan jari tak perlu dilaksanakan karena untuk kasus tenggelam, si korban mengalami kekurangan oksigen dan air tidak lagi dianggap sebagai benda asing yang memicu penyumbatan.Tenggelam dapat terjadi di mana – mana, baik itu di laut atau danau, bahkan di lingkungan sekitar seperti kolam renang. Kasus tenggelam sering kali menimpa anak-anak karena banyak orang tua yang terkadang membiarkan anak berenang tanpa pengawasan.

Agar dapat terhindar dari tenggelam, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :

  1. Anak yang sedang berenang harus terus dipantau.
  2. Menghindari konsumsi minuman keras sebelum berenang ataupun di dekat kolam renang.
  3. Akses atau pintu masuk menuju kolam renang harus terus di pantau.
  4. Peralatan penyelamat mulai dari pelampung hingga ban penyelamat harus selalu terletak di dekat area renang.
  5. Jika memiliki kolam renang di rumah, jangan ragu untuk meletakkan telepon di dekat kolam renang. Hal ini bertujuan agar para orang tua tetap dapat menerima telepon tanpa meninggalkan pengawasan pada anak yang sedang berenang.
  6. Menghindari posisi meja dan kursi yang berada dekat dengan kolam renang agar anak tidak memanjatnya.
  7. Tenggelam juga dapat terjadi pada orang dewasa, jadi pemantauan memang terus diperlukan.
  8. Ikut sertakan salah satu anggota keluarga dalam pelatihan RJP agardapat membantu memberi pertolongan pertama pada siapa saja, terutama keluarga sendiri.
Baca Juga:  Polusi Udara Ternyata Membunuh Lebih Banyak Orang Dari Yang Kita Kira