P3K Suhu Ekstrim (Trauma Panas)

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) untuk kejadian Suhu Ekstrim (Trauma panas) untuk para pembaca DokterSehat.com, semoga bisa berguna untuk penanganan nya secara tepat dan cepat:



Tips P3K
Suhu Ekstrim (Trauma Panas)

Seluruh makhluk hidup yang ada di bumi mempunyai apa yang disebut dengan suhu optimal. Suhu optimal merupakan keadaan suhu yang dapat membuat makhluk hidup berfungsi dengan baik. Manusia sebagai jenis mamalia yang berdarah panas, memiliki kemampuan untuk meregulasi suhu tubuh pada batas ambang optimal dengan keadaan suhu lingkungan yang selalu berubah-berubah. Dalam keadaan suhu lingkungan yang panas dan disertai dengan aktivitas fisik yang terbilang berat, maka mekanisme pengaturan suhu menjadi sangat terbebani, apalagi jika disertai dengan kelembapan udara tinggi dan kekurangan cairan. Suhu lingkungan yang ekstrim dapat menyebabkan cedera serta luka-luka pada berbagai bagian organ tubuh, dan kulit sebagai lapisan terluar tubuh menjadi bagian yang terserang kerusakan pertama kali.

Tubuh memiliki mekanisme khusus untuk mampu bertahan pada suhu tubuh optimal. Pada saat suhu lingkungan terlalu panas, maka tubuh akan menghasilkan keringat untuk mencegah terjadinya kenaikan suhu. Keringat ini selanjutny akan menguap dan pada proses penguapan ini terjadi pembuangan panas sehingga suhu tubuh dapat bertahan pada kondisi tetap. Begitu juga sebaliknya, pada suhu lingkungan yang terlalu dingin, maka tubuh akan menghasilkan panas melalui kontraksi otot-otot yang dikenal dengan sebutan ‘menggigil’. Akan tetapi, sistem mekanisme semacam ini memiliki ambang batas tersendiri, sehingga apabila telah mencapai ambang batas tersebut, tubuh tidak mampu lagi mentolerir suhu lingkungan yang terlalu ekstrim.

Suhu Ekstrim yang Tinggi / Panas

Suhu tinggi yang ekstrim dapat timbul melalui tiga tahap yaitu  mulai dari yang paling ringan, selanjutnya tingkatan sedang, lalu seandainya dibiarkan dapat sampai pada tingkat paling berat yang berpotensi menyebabkan kematian.

Cramps

Cramps merupakan tingkatan paling ringan dan dikenal dengan istilah heat cramps. Gejala dari cramps biasanya berupa kram otot yang sangat menyakitkan. Kram otot dapat menyerang bagian otot kaki atau tangan. Pertolongan pertama untuk menangani gejala cramps ini adalah:

  1. Memberikan asupan air minum yang sejuk atau air minum yang mengandung elektrolit.
  2. Pindahkan korban ke kawasan yang lebih sejuk untuk istirahat.
  3. Regangkan lalu pijat secara lembut otot yang mengalami kram
  4. Setelah kram otot hilang, korban dapat kembali beraktivitas tetapi tetap memantau tanda-tanda yang ada untuk mengantisipasi adanya heat exhaustion.
Baca Juga:  Kenali Patensi Abnormal Tuba, Gangguan Pada Saluran Telinga

Heat Exhaustion

Heat exhaustion merupakan tingkatan yang lebih berat dari cramps. Gejala yang ditimbulkan antara lain adalah sakit kepala, kulit dingin, lembab lalu memerah, mual, lemas, lelah, dan pusing. Pertolongan pertama untuk menangani Heat Exhaustion adalah:

  1. Memindahkan penderita ke wilayah yang lebih sejuk dengan posisi yang nyaman untuk istirahat.
  2. Melepaskan pakaian tebal yang melekat pada si penderita, dan jika perlu Si Penderita tidak usah mengenakan pakaian.
  3. Mengompres kulit penderita menggunakan kain yang dibasahi air dingin.
  4. Pada saat Si Penderita siuman, segera berikan air minum sejuk dalam jumlah yang banyak tapi dengan tempo yang tidak terlalu cepat, ±1 gelas air per 15 menit.
  5. Perhatikan tanda-tanda ke arah ‘heat stroke.
  6. Penderita tidak dianjurkan untuk melanjutkan aktivitasnya pada hari itu.

Heat Stroke

Apabila gejala heat exhaustion tidak segera mendapat penanganan serius, dapat berpotensi berlanjut pada tingkatan terberat yang disebut dengan ‘heat stroke’. Gejalanya dari heat stroke ini antara lain adalah kulit panas, memerah dan keringa (tidak berkeringat), denyut nadi cepat tapi melemah, penurunan kesadaran, pernapasan cenderung cepat dan dalam. Pada gejala terberat ini sebaiknya penderita harus segera dibawa ke rumah sakit. Sementara untuk pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah:

  1. Memindahkan penderita ke wilayah yang lebih sejuk dengan posisi yang nyaman untuk istirahat.
  2. Melepaskan pakaian tebal yang melekat pada si penderita, dan jika perlu Si Penderita tidak usah mengenakan pakaian.
  3. Mengompres kulit penderita menggunakan kain yang dibasahi air dingin.
  4. Mengompres areal pergelangan tangan, ketiak, leher, dan lipatan paha dengan menggunakan es batu yang dilapisi plastik atau kain.
  5. Mengawasi pernapasan serta denyut nadi penderita, dan bersiap untuk menjalankan resusitasi jantung paru.