P3K Sakit Kepala

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) untuk kejadian sakit kepala untuk para pembaca DokterSehat.com, semoga bisa berguna untuk penanganan nya secara tepat dan cepat:



Tips P3K
Sakit Kepala

Sakit kepala adalah jenis penyakit yang sering kali dialami oleh banyak orang. Biasanya penyakit ini disebabkan adanya migren, ketegangan otot, dehidrasi, kelelahan mata, sinusitis, tekanan gula darah yang rendah, dan hipermastikasi. Rasa sakit pada umunya dirasakan di area sekitar kepala, leher dan bagian atas leher.

Sakit kepala dapat ditimbulkan berbagai macam penyebab. Penyakit sakit kepala dikategorikan dalam dua kelompok, yaitu :

  1. Sakit kepala primer.
    Sakit kepala primer merupakan jenis sakit kepala tanpa adanya penyebab yang jelas dan tidak berkaitan dengan jenis-jenis penyakit yang lain. Dalam kasus ini contohnya adalah cluster atau migren dan sakit kepala tipe tension.
  2. Sakit kepala sekunder.
    Sakit kepala sekunder merupakan jenis sakit kepala yang diakibatkan adanya penyakit lain. Dalam kasus ini contohnya seperti munculnya pendesakan dalam tengkorak karena tumor, adanya cairan otak ataupun darah, infeksi virus, serta kematian jaringan otak dan stroke.

Gejala

Sakit kepala dengan tipe tension merupakan sakit kepala primer yang paling sering dialami. Diperkirakan ±90% orang dewasa mengalami sakit kepala tipe tension dan pada umumnya cenderung lebih banyak menyerang kaum wanita jika dibandingkan dengan kaum pria. Sakit kepala tipe tension disebabkan adanya gangguan otot serta jaringan ikat yang terdapat di sekitar area kepala dan leher. Tidak jarang juga menyerang daerah dahi sampai ke bagian belakang kepala. Munculnya gangguan pada bagian otot-otot berpotensi menimbulkan rasa nyeri yang dikenal dengan istilah contraction pain. Sakit kepala tipe tension sering kali dihubungkan dengan faktor tekanan pikiran atau stres. Menurut International Headache Society (IHS), sakit kepala dengan tipe tension dapat didiagnosis berdasarkan dua dari beberapa kriteria berikut:

Sakit Kepala tipe Tension

  • Lokasi sakit menyerang belakang kepala sampai dahi.
  • Gejala terasa seperti diikat dan ditekan (tidak berdenyut).
  • Tidak dipengaruhi adanya aktivitas tertentu.
  • Gejala menyerang pada kedua sisi dengan tingkatan gejala yang ringan sampai sedang.

Orang yang mengalami sakit kepala tipe tension ini biasanya mempunyai riwayat keluhan selama ±3 menit sampai sekitar 7 hari. Sakit kepala tipe tension tidak disertai gejala mual atau muntah dan takut cahaya (fotofobia). Sakit kepala tipe ini timbul karena adanya stres, khawatir, sulit tidur (insomnia), sulit berkonsentrasi tanpa adanya gejala awal.

Sakit Kepala tipe Migren

Sakit kepala tipe migren merupakan jenis sakit kepala primer. Sakit kepala tipe migren menduduki peringkat kedua terbanyak pada jenis sakit kepala primer. Diperkirakan sekitar 28 juta penduduk AS mengidap penyakit sakit kepala migren. Tipe sakit kepala migren dapat menyerang anak-anak hingga orang dewasa. Sebelum memasuki masa pubertas, kasus angka sakit kepala migren antara wanita dan laki-laki cenderung sama, akan tetapi setelah masuk masa pubertas, sakit kepala tipe migren lebih banyak menyerang wanita.

Gejala sakit kepala migren antara lain adalah:

  • Sakit kepala tipe migren dapat diperparah karena adanya aktivitas fisik.
  • Nyeri derajat pada tingkatan sedang atau berat, dapat menyerang bagian satu sisi kepala ataupun kedua sisi kepala.
  • Mual yang dapat disertai dengan muntah ataupun tanpa muntah.
  • Sensitif terhadap adanya cahaya.
Baca Juga:  Kenali Stadium pada Kanker Otak

Jika tidak segera diobati, sakit kepala migren bisa menyerang selama ±4 sampai 72 jam. Masing-masing individu mempunyai ferekuensi sakit kepala migren yang berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Dalam satu bulan memungkinkan terjadinya beberapa kali serangan migren, akan tetapi dapat juga hanya terjadi satu atau dua kali serangan dalam jangka waktu satu tahun.

Sakit Kepala tipe Cluster

Sampai saat ini masih diperdebatkan mengenai mekanisme terjadinya sakit kepala tipe cluster. Ada teori yang menyatakan bahwa faktor hormonal berperan menimbulkan sakit kepala tipe cluster. Sementara itu faktor imunologi, kurang oksigen, karbondioksida. dan pembuluh darah juga diduga berperan menyebabkan timbulnya sakit kepala tipe cluster. Akan tetapi hal ini masih dalam tahap kontroversial. Seseorang yang mengalami sakit kepala tipe cluster mengalami serangan antara 5 – 180 menit, dan – 8 kali dalam sehari. Sakit keapala tipe cluster ini tidak disertai adanya aura atau perasaan tidak enak badan sebelumnya.

Gejala yang ditembulkan antara lain adalah rasa nyeri yang jauh lebih hebat dari sakit kepala tipe tension. Rasa nyeri dari sakit kepala tipe cluster menyerang hingga area wajah terutama sekitar mata, seringkali terjadi pada saat menjelang tidur. Sakit kepala tipe cluster sering kali dipengaruhi karena faktor stres, suhu tinggi, relaksasi, serta aktivitas seksual. Tidak menutup kemungkinan sakit kepala cluster juga dipengaruhi oleh alkohol, makanan, serta rokok. Orang yang mengalami sakit kepala tipe cluster sering kali gelisah, meronta-ronta, bahkan terkadang sampai membenturkan kepala pada benda keras.
Gejala lain yang ditimbulkan sakit kepala tipe cluster seperti:

  • Keluarnya air mata.
  • Hidung tersumbat sebelah.
  • Mata memerah.
  • Peningkatan Denyut jantung.
  • Kelopak mata membengkak.

Pengobatan

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengobati sakit kepala antara lain adalah:

  1. Menghindari stres serta faktor-faktor lain yang berpotensi memperberat nyeri kepala.
  2. Miengkonsumsi obat sakit kepala yang dijual bebas.
  3. Istirahat.
  4. Jika sakit kepala tak kunjung membaik segera hubungi dokter.

Keluhan sakit kepala ringan pada umumnya akan cepat reda hanya dengan mengkonsumsi obat-obat sakit kepala yang dijual bebas di pasaran. Obat sakit kepala yang dijual bebas ini biasanya mengandung paracetamol atau asam mefenamat yang berfungsi sebagai penghilang rasa nyeri. Jika rasa nyeri terus berlanjut, ada kemungkinan bahwa gejala tersebut bukan jenis sakit kepala biasa sehingga perlu adanya konsultasi dengan dokter. Demikian juga dengan keluhan sakit kepala yang berlangsung secara berulang-ulang dan cenderung semakin berat sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Untuk sakit kepala tipe cluster, penderita sebaiknya secara rutin memeriksakan diri ke dokter karena tipe cluster ini cenderung lebih sering kambuh sehingga mendatangkan lebih banyak keluhan dan mengganggu aktivitas. Selain itu, sakit kepala tipe cluster juga sering dihubungkan dengan gangguan yang terjadi pada otak seperti tumor atau tumor yang terdapat di bagian luar otak seperti saluran napas dan paru. Penanganan yang tepat dapat mengurangi intensitas kambuhanya penyakit dan secara otomatis dapat meningkatkan kualitas hidup penderita.