informasi kesehatan


P3K Keracunan Makanan

P3K Keracunan Makanan

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) untuk kejadian keracunan makanan untuk para pembaca DokterSehat.com, semoga bisa berguna untuk penanganan nya secara tepat dan cepat:


Tips P3K

Keracunan Makanan

Keracunan makanan (Food poisoning) adalah penyakit yang disebabkan konsumsi makanan atau minuman yang mengandung bakteri, toksin, parasit, virus ataupun bahan kimia yang mampumemicu timbulnya gangguan pada fungsi normal tubuh. Virus yang menimbulkankondisi keracunan makanan adalahCampylobacter enteritis, E. coli enteritis, kolera, Shigella, Listeria, Staphylococcus aureus,dan sebagainya.

Jenis makanan yang berpotensi menimbulkan keracunan makanan antara lain adalah daging, aneka jenis daging tak terkecualijenis daging unggas, daging dalam kondisi matang ataupun mentah, air yang telah terkontaminasi, makanan yang mengandung mayones, telur, kerang, ikan, dan lain sebagainya.

Beberapa gejala yang muncul akibat keracunan makanan biasanya hanya berupa gejala ringan, akan tetapi tidak menutup kemungkinan dapat jugamuncul gejala yang berat hinggamembutuhkan perawatan daripihak rumah sakit.Beberapa jenis keracunan bahkan dapat menyebabkan kematian.

Gejala-gejala keracunan biasanyaberupamuntah, nyeri perut, sakit kepala, diare, dan beberapa gejala lain yang berpotensi mengancam nyawa seperti gangguan fungsi hati, ginjal, dan neurologis.

Berdasarkan data dari Center of Disease Control (CDC), sebagian besar keracunan makanandisebabkan kesalahan pada pengolahan makanan, yang dapat berupa:

  1. Membiarkan makanan siap saji pada suhu yang baik bagi pertumbuhan bakteri.
  2. Kesalahan memasak pada saat menghangatkan makanan.
  3. Kontaminasi silang.
  4. Kontaminasi oleh koki.

Pertolongan pertama yang dapatditempuhsaatmenjumpai kasus keracunan makanan, khususnya pada kasus keracunan yang menimbulkan dampak diareadalah:

  1. Rehidrasi dan suplementasi elektrolit yang tepat untuk menghindari kekurangan cairan.
  2. Untuk mengurangi kehilangan cairan dapat ditanggulangi dengan penyerap cairan seperti aluminium hidroksida dan kaopektat.
  3. Jika dalam jangka waktu lebih dari tiga hari gejala tetap persisten, maka langkah tepat yang harus ditempuh adalah membawa korban ke Rumah Sakit untuk mendapatpengobatan secara intesnsif.Korban yang mengalami keracunan makanan harus menerima asupan cairan secara lebih intensif melalui infus. Dengan berada di rumah sakit juga dapat dilakukan pemeriksaan diagnosti dengan lebih baik.

Sementara untuk mencegah timbulnya keracunan makanan, beberapa hal yang perlu dilakukan adalah:

  1. Pengolahan makanan yang baik.
  2. Pengelolaan sistem hiegen yang baik.
  3. Menyimpan makanan pada suhu yang tepat (< 50C untuk makanan yang disimpan di dalam kulkas dan > 600C untuk makanan yang dalam kondisi panas).
  4. Menghindari sumber kontaminasi dari mana saja.
  5. Menghindari makanan jamur liar.
  6. Menghindari jenis makanan asam dalam kemasan yang kemasannya terbuat dari logam.
  7. Menghindari konsumsi makanan setengah matang.
pf button both P3K Keracunan Makanan
                     

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>