P3K Kejang

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) untuk kejadian kejang untuk para pembaca DokterSehat.com, semoga bisa berguna untuk penanganan nya secara tepat dan cepat:



Kejang

Pengertian

Sebelum memahami definisi dari kejang, kita kupas dahulu pengertian dari seizure dan konvulsi. Seizure merupakan cetusan aktivitas listrik abnormal yang terjadi secara tiba-tiba. Aktivitas ini bersifat sementara di antara saraf-saraf otak yang tidak bisa dikendalikan. Hal ini mengakibatkan terganggunya kerja otak dan bisa menyebabkan penurunan kesadaran, gerakan klonik (kelonjotan) atau gerakan tonik (kaku), konvulsi dan fenomena psikologis lainnya. Terjadinya gejala seizure secara berulang tanpa pencetus apapun disebut dengan epilepsi atau ayan.
Sementara itu pengertian dari konvulsi adalah gerakan otot-otot tak terkendali yang terjadi tiba-tiba dan serempak serta bersifat menyeluruh. Gerakan ini lebih dikenal dengan kejang. Dengan kata lain, kejang hanya merupakan salah satu manifestasi dari seizure.


Klasifikasi

Kejang digolongkan menjadi 2, yakni: kejang sebagian dan kejang umum. Kejang sebagian merupakan perwujudan dari gangguan sebagian kecil saraf di otak. Sedangkan kejang umum merupakan perwujudan dari gangguan menyeluruh pada saraf di otak. Kejang tipe ini dapat mengakibatkan pasien hilang kesadaran dan harus segera diberikan bantuan medis.

Berikut beberapa gejala umum dari kejang:

  1. Seluruh badan kaku
  2. Hilang kesadaran
  3. Tidak terkontrolnya gerakan-gerakan yang terjadi tiba-tiba
  4. Terjatuh
  5. Menangis kuat

Setelah terjadi kejang dapat timbul gejala seperti otot-otot menjadi lebih lunak dan beberapa kasus pasien sakit kepala, mengantuk, dan lupa dengan kejadian sebelumnya. Durasi terjadinya kejang bisa berbeda-beda antara 1 sampai 5 menit, sementara kejang demam bisa sampai 10 menit.


Penyebab

Beberapa etiologi kejang adalah :

  1. Demam tinggi pada anak-anak. Jenis kejang ini disebut kejang demam yang biasanya terjadi pada anak usia 6 bulan samapi 4 tahun. Kejang jenis ini tergolong tidak berbahaya.
  2. Epilepsi adalah gangguan pada otak. Pada penderita epilepsi kejang merupakan gejala yang sering terjadi.
  3. Cuaca panas
  4. Tersengat listrik
  5. Infeksi
  6. Racun
  7. Vaksinasi
  8. Reaksi atau overdosis obat
  9. Tidak diketahui
Baca Juga:  Waspadai 5 gejala serangan jantung ini pada wanita!


Pencegahan Kejang Demam

Saat terjadi demam tinggi lakukan tindakan yang dapat menurunkan demam seperti memberikan obat antipiretik atau bisa dengan mengompres pasien. Bahkan pada kasus yang lebih parah, penurunaan panas yang tinggi dilakukan dengan merendam pasien di bak yang sudah dipenuhi es. Namun, tindakan ini hanya dilakukan sebentar untuk mencegah hipotermi pada pasien.


Tindakan yang harus dilakukan bila anak demam antara lain:

  1. Gunakan baju yang tipis saja, jangan selimuti anak.
  2. Kompres dahi dan leher anak dengan air biasa (tidak dingin dan tidak panas). Gunakan spons untuk membasahi kulit di bagian tubuh lainnya. Jangan gosok dengan alkohol.
  3. Bila diperlukan berilah parasetamol dan asetaminofen dengan dosis 10-15 mg/kg berat badan tiap kali minum. Jangan berikan anak di bawah usia 19 tahun, aspirin atau obat yang mengandung salisilat krena bisa menyebabkan komplikasi serius.
  4. Usahakan demam turun hingga suhu tubuh lebih rendah dari 38.9 ºC.


Pertolongan pertama saat menemui pasien kejang

  1. Jangan panik
  2. Lindungi kepala pasien dari trauma
  3. Hindari pasien dari jangkauan benda-benda tajam
  4. Longgarkan baju pada daerah leher
  5. Baringkan pasien dalam posisi miring agar cairan dapat keluar dan tidak menghalangi saluran napas.
  6. Segera bersihkan mulut bila ada benda asing didalamnya
  7. Jangan pegangi pasien yang sedang kejang
  8. Jangan menaruh benda di mulut untuk mencegah lidah tergigit
  9. Jangan beri obat, makanan atau minuman kepada pasien selama kejang
  10. Jangan siram pasien dengan air
  11. Amati gejala-gejala dan durasi kejang yang terjadi pada pasien guna dilaporkan kepada ahli medis.