Overview Penyakit Paru pada Saluran Napas dan Kantong Udara (Alveoli)

DokterSehat.Com – Penyakit Paru merupakan kondisi kesehatan yang banyak terjadi di seluruh dunia. Infeksi, rokok, dan genetik merupakan faktor-faktor yang bertanggungjawab atas penyakti paru. Paru-paru adalah bagian yang kompleks, melakukan ekpansi dan relaksasi ribuan kali setiap hari untuk membawa oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Penyakit paru-paru dapat diakibatkan dari masalah di bagian manapun yang membangun paru-paru: dari saluran napas, dari kantong udara (alveoli), dari jaringan interstitial, dari pembuluh darah, dari lapisan pelindung paru (pleura), dan dari dinding dada.

doktersehat-Emboli-Paru-Penyakit-Paru-Obstruktif-Kronik-PPOk

Penyakit paru-paru yang Mempengaruhi Saluran Napas

Trakea mencabangkan diri menjadi bronkus, yang bercabang menjadi tabung semakin kecil seluruh paru-paru. Penyakit yang mempengaruhi saluran udara meliputi:

  • Asma: saluran udara secara persisten meradang, dan kadang-kadang mengalami spasme/penyempitan, dan menyebabkan suara napas terdengar mengi/wheezing dan napas menjadi dangkal. Alergi, infeksi, polusi, dapat memicu gejala asma.
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK): kondisi paru yang didiefinisikan sebagai ketidakmampuan membuang napas secara normal, yang menyebabkan kesulitan bernapas.
  • Bronkitis kronik: bentuk PPOK yang ditandai dengan batuk kronik (batuk lama) dan produktif (berdahak)
  • Emfisema: Kerusakan paru yang membuat udara terperangkap di paru. Penyakit ini terjadi sebagai bentuk dari PPOK. Kesulitan membuang napas merupakan tandanya.
  • Bronkitis akut: infeksi mendadak yang terjadi di saluran napas, biasanya diakibatkan virus.
  • Fibrosis kistik: kondisi genetik yang menyebabkan pembersihan mukosa bronkus dari dahak-dahak terjadi dengan buruk. Akumulasi mukus/dahak ini menyebabkan infeksi paru berulang.

Penyakit Paru yang Mempengaruhi Kantong Udara (Alveoli)

Saluran napas bronkus akan mencabangkan diri menjadi saluran kecil-kecil yang disebut bronkiolus, yang akhirnya berakhir pada kantong-kantong udara yang disebut alveoli. Kantong udara ini merupakan bagian yang sebagian besar membangun jaringan paru. Penyakit paru yang menyerang alveoli meliputi:

  • Pneumonia: infeksi yang terjadi di alveoli, biasanya disebabkan oleh bakteri
  • Tuberkulosis (TBC): pneumonia yang berjalan lambat namun progresif, yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis
  • Emfisema yang terjadi akibat kerusakan dari dinding penghubung antar alveoli. Biasanya merokok adalah penyebabnya (emfisema akan membatasi aliran udara, dan mempengaruhi saluran napas juga)
  • Edema paru: cairan bocor melalui pembuluh darah kecil di paru ke dalam kantong udara dan menggenangi area di sekitarnya. Edema paru dapat merupakan akibat dari gagal jantung sehingga terjadi tekanan balik ke paru melalui pembuluh darah paru yang berasal dari jantung. Edema paru juga dapat diakibatkan dari cedera pada paru yang menyebabkan cairan bocor.
  • Kanker paru memiliki banyak bentuk, dan dapat berkembang pada banyak bagian di paru. Seringkali kanker paru berkembang di bagian utama paru, atau di dekat kantong udara. Jenis kanker, loksai, dan penyebaran kanker paru menentukan pilihan pengobatan.
  • Sindrom gagal napas akut (Acute Respiratory Distress Syndrome/ARDS): cedera berat dan tiba-tiba pada paru yang menyebabkan kondisi sakit yang berat. Bantuan hidup dengan ventilasi mekanik seringkali dibutuhkan agar penderita dapat bertahan sampai paru pulih.
  • Pnemukoniosis: kondisi ini disebabkan karena menghirup substansi yang melukai paru. Contohnya meliputi penyakit paru hitam (black lung disease) karena menghirup debu batu bara dan asbestosis karena menghirup serpihan asbes.