Osteoartritis Tulang Belakang

DokterSehat.com – Seiring bertambahnya usia sebagian orang mungkin akan sering mengalami nyeri pada tulang belakang, terutama di leher dan punggung bawah. Gangguan ini biasanya kerap dialami pada usia pertengahan, sekitar 35 tahunan. Tulang leher maupun punggung bawah sering digunakan untuk melakukan gerakan menekuk ke depan atau berputar ke kiri dan kanan sehingga mengakibatkan terjadinya degenerasi. Seperti halnya engsel yang kerap digunakan akan membuat karet peredam gesekan dan benturan menjadi aus. Begitu pula yang terjadi pada bantalan sendi antar ruas tulang belakang.



Di antara tulang-tulang belakang leher dan punggung bawah terdapat bantalan yang disebut diskus intervertebralis. Faktor usia serta banyaknya aktivitas yang dilakukan membuat diskus menjadi aus dan menipis sehingga mengakibatkan ruas-ruas tulang saling bergsekan. Akibatnya, akan timbul peradangan dan pengapuran yang menyebabkan munculnya rasa nyeri.

Bila hasil pemeriksaan foto rontgen menunjukkan bagian yang sakit mengalami penyempitan sela antar ruas tulang belakang maka seseorang didiagnosis mengalami spondilosis atau osteoartritis (OA) tulang belakang. OA bisa terjadi saat tulang rawan yang melapisi tulang belakang mengalami pengapuran dan peradangan yang disebut bone spur atau osteofit.

Gejala

Gejala-gejala OA berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa orang hanya merasakan sakit ringan dan kekakuan, pada orang lain gejalanya parah dan melumpuhkan.

  • Nyeri merupakan gejala awal dan akan makin parah saat sendi digunakan dan kurang istirahat.
  • Sensi terasa kaku setelah tidur atau duduk dalam waktu lama.
  • Persendian mengalami pembengkakan dan kemerahan.
  • Otot-otot di sekitar sendi yang terkena melemah dan kadang menimbulkan ketidakstabilan sendi.
  • Pengurangan mobilitas dan fleksibilitas sendi.
  • Muncul suara berderak saat menggerakkan sendi.

Penyebab

Kebanyakan kasus OA tidak diketahui penyebabnya dan disebut OA primer. Saat OA diketahui penyebabnya maka kondisinya disebut OA sekunder. Kondisi yang bisa menyebabkan OA sekunder termasuk sendi abnormal sejak lahir (kelainan bawaan), diabetes, obesitas, asam urat, trauma berulang, perubahan pada struktur sendi, dan gangguan hormon lainnya.

Baca Juga:  Pria Harus Waspada Akan Kanker Penis

OA ringan dan sedang biasanya bisa diredakan dengan menurunkan berat badan pada penderita yang obesitas, perubahan gaya hidup juga bisa membantu meringankan gejala OA. Selain itu, bisa juga mandi berendam dengan air hangat, relaksasi, dan masage untuk melemaskan otot. Fisioterapi seperti terapi vibrasi dan pemanasan dengan pemasangan kolar pada leher atau korset pada pinggang juga bermanfaat.

Bila rasa nyeri makin parah, maka dokter akan memberi obat pereda nyeri ringan seperti ibuprofen dan parasetamol.