Orgasme Bisa Membuat Kita Lebih Baik Dalam Meredakan Amarah

DokterSehat.Com – Salah satu aktivitas rutin yang dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah adalah dengan melakukan hubungan intim. Tak hanya demi memuaskan gairah atau mempererat hubungan dan keharmonisan antara pasangan, berhubungan intim ternyata juga memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh. Pakar kesehatan menyebutkan jika andai hubungan intim dilakukan dengan penuh romantisme, maka hal ini akan menimbulkan rasa bahagia bagi pelakunya. Bahkan, andai seseorang sedang mengalami amarah, stres berat, atau bahkan emosi yang negatif, maka hubungan amarah bisa meredakan emosi buruk tersebut dan mengubahnya menjadi lebih positif dan membahagiakan.

doktersehat-pasangan-seks

Psikolog bernama Alfred Kinsey melakukan penelitian tentang kehidupan seksual pria dan wanita dan mencari tahu dampak kesehatan dari aktivitas tersebut pada tahun 1950. Dari penelitian tersebut, diketahui bahwa baik pria ataupun wanita yang bisa mendapatkan orgasme tatkala berhubungan intim ternyata akan menjadi pribadi yang cenderung lebih berbahagia, lebih tenang, dan lebih sabar. Mereka pun cenderung lebih cepat meredakan amarah, kecemasan berlebihan, atau kekhawatiran.

Berbagai penelitian kesehatan lain juga menyebutkan jika rutinitas positif dari berhubungan intim dan munculnya orgasme bisa membuat seseorang cenderung tidak menyukai kekerasan fisik maupun psikis saat menjalani sebuah hubungan. Selain itu, mereka yang rutin mendapatkan orgasme juga akan cenderung lebih baik dalam mencegah berbagai macam penyakit. Hal ini dikarenakan kemampuan hubungan intim untuk membuat tubuh menjadi lebih aktif, memperlancar aliran darah, hingga memperbaiki denyut nadi dan fungsi jantung.

Meskipun memberikan banyak sekali manfaat kesehatan, bukan berarti kita bisa sembarangan melakukan hubungan intim, khususnya di luar pernikahan, apalagi melakukan hubungan intim yang tidak aman dan kerap bergonta-ganti pasangan. Bukannya mendapatkan manfaat kesehatan, hubungan intim yang tidak sehat tersebut justru akan membuat mereka beresiko lebih besar terkena penyakit menular seksual yang berbahaya.