Optimalkan Otak Janin Selama Kehamilan

DokterSehat.com – Orangtua mana yang tak bangga memiliki anak yang cerdas? Pastilah setiap orangtua menginginkan anaknya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan sehat. Untuk mewujudkannya tak cukup dengan mengonsumsi makanan yang bergizi. Namun, diperlukan pula usaha ibu untuk menstimulasi otak anak sejak dalam kandungan.



Salah satu cara menstimulasi otak janin adalah dengan bercerita sambil mengelus perut. Suara ibu merupakan stimulasi suara terbaik yang bermanfaat untuk merangsang otak janin maupun bayi baru lahir untuk melakukan gerakan motorik. Lalu kapan waktu yang tepat untuk menstimulasi otak anak?

Hamil 18 minggu, stimulasikan otak janin

Stimulasi otak bayi sebenarnya bisa dilakukan sejak usia kehamilan 18-20 minggu. Menurut aliran homunculus, sejak terjadi pertemuan sel telur dan sel sperma bayi sudah memiliki perkembangan psikologis dan biologis sehingga janin dalam kandungan pun sudah mulai bereaksi terhadap rangsangan dari luar.

Pada kehamilan trimester pertama janin memiliki tingkah laku spontan yang berulang atau habituasi, contohnya menghisap ibu jari atau penyesuaian janin terhadap suara luar dengan menunjukkan respon berupa gerakkan, kontraksi otot, dan perubahan denyut jantung.

Sementara menurut teori psikogenesis, pada trimester kedua otak bayi berkembang pesat. Kondisi inilah yang dapat membuat janin dapat mengingat situasi yang dilakukan ibu saat mengandung. Contonya, bayi dapat mengingat perkataan kasar yang diucapkan ibunya saat mengandung. Akibatnya, meski tidak diasuh oleh ibu kandungnya ia bisa tetap meniru kata kasar karena mengingat apa yang dilakukan ibi selama mengandungnya.

Suara ibu percepat denyut jantung janin

Sel syaraf janin dapat berkembang dengan pesat, maka jangan sampai ibu terlambat menstimulasi otak buah hati Anda. Berilah stimulasi yang membawa energi positif, hindari perasaan cepat cemas dan komentar yang kurang baik karena nantinya dapat mempengaruhi bayi setelah lahir.

Baca Juga:  Kram dan Kaki Bengkak Saat Hamil

Ketika bayi mendengar suara ibunya maka secara lamiah denyut jantungnya bergerak aktif. Ritme jantung akan melambat bila mendengar suara orang lain. Ketika ritme jantung aktif, bayi akan menyimpan kata-kata dari ibu dalam memorinya. Inilah yang disebut stimulasi kognitif.

Emosional janin pun sudah berkembang pada waktu yang bersamaan. Karena itu, tak heran bila saat bayi mendengar lagu klasik maka perasaannya juga akan tersentuh. Ini disebut dengan stimulasi afektif.

Sementara stimulasi fisik (motorik) dapat dirasakan bayi ketika ibu mengelus perut sehingga terjadi sentuhan janin melalui kulit ibu.

Pada usia kehamilan ke-28, janin sudah memiliki pendengaran yang sempurna sehingga ia bisa mendengar suara ibu, musik, atau klakson. Bahkan USG pun menunjukkan bayi dalam kandungan akan tersentak saat kaget mendengar suara keras atau memutar tubuh ke arah sumber cahaya.

Menstimulasi otak bayi sejak dalam kandungan tidak hanya mendidik si kecil sejak dini, namun juga memberikan ikatan batin antara ibu dan anak.

Dari berbagai sumber