Olahraga Kardio Menjadi Pilihan untuk Meredakan Intensitas Migrain

DokterSehat.Com – Migrain menjadi penyakit yang dapat menyerang kapan pun dan di mana pun. Migrain dapat mengganggu terutama ketika sedang beraktivitas. Migrain sendiri bisa muncul karena adanya aliran darah ke otak yang tidak berjalan seimbang, yaitu aliran darah yang berjalan melambat atau terlalu cepat. Dampak dari masalah ini bisa memicu pembuluh darah menjadi menyempit. Penyempitan ini menyebabkan aliran darah yang melambat, hingga migrain akan terasa lebih mereda.

doktersehat-lari-hilangkan-stres

Pada dasarnya mengatasi migrain tak harus selalu dengan obat-obatan pereda nyeri kepala, karena pada prinsipnya aliran darahlah yang harus ditenangkan. Untuk mengatasi intensitas munculnya migrain dapat diatasi dengan cara berolahraga, terutama olahraga kardio seperti aerobik dan bersepeda. Simpulan ini diperoleh dari penelitian yang dilakukan di Swedia terhadap pasien migrain yang melakukan olahraga bersepeda tiga kali dalam seminggu dalam waktu tiga bulan. Olahraga kardio yang rutin dilakukan diyakini akan mampu menurunkan gejala migrain dengan signifikan.

Tak hanya itu, olahraga rutin yang dijalankan memiliki efek yang sama dengan obat ampuh pencegah migrain. Kelebihan dari meredakan migrain dengan berolahraga adalah olahraga akan cenderung tidak memberikan efek samping layaknya jika mengkonsumsi obat-obatan. Beberapa obat migrain terkadang memiliki beberapa efek samping seperti gangguan kognitif (kemampuan kinerja otak), tremor, hingga depresi.

Menurut Alexander Mauscop, MD, seorang direktur dari New York Headache Center di Manhattan, terdapat hubungan yang tercipta antara olahraga dan penurunan gejala migrain. Keringat yang keluar di saat berolahraga dapat menghilangkan kadar stres. Stress sendiri adalah faktor pemicu timbulnya migrain, sehingga ketika faktor pemicu tersebut hilang, maka rasa sakit pun secara otomatis akan berkurang. Selain itu, olahraga juga menghasikan hormon endorphin yang berpengaruh pada suasana hati yang lebih baik.

Baca Juga:  Penyanyi Mike Mohede Meninggal, Kemungkinan Karena Serangan Jantung Mendadak

Meski demikian, kini migrain memiliki faktor pemicu lain, yaitu genetika, kurang tidur, serta konsumsi jenis makanan tertentu. Dua faktor terakhir mungkin lebih mudah diatasi, namun faktor genetika menjadi lebih sulit, dan olahraga kardio ditakutkan belum mampu menurunkan gejala tersebut. Akan tetapi Alexander Mauscop tetap menyarankan untuk tetap berolahraga rutin setiap minggunya, mulai dari bersepeda, joging, berenang, dan aerobik. Dengan melakukan olahraga ini secara bertahap, maka diharapkan gejala migrain pun bisa berangsur-angsur menghilang.