ODHA Ternyata Juga Bisa Hamil Tanpa Menularkan Pada Anaknya

DokterSehat.Com– Cukup banyak wanita yang mengidap HIV/AIDS yang memilih untuk tidak memiliki anak karena khawatir jika buah hatinya nanti juga mengidap penyakit yang sama karena diturunkan dari tubuhnya. Sebenarnya, apakah memang orang dengan HIV/AIDS (ODHA) memang sebaiknya tidak boleh hamil?

doktersehat-testpack-tes-kehamilan

Tak disangka, seorang wanita yang sudah mengidap HIV/AIDS ternyata tetap bisa hamil dan tidak akan menurunkan penyakit ini pada buah hatinya. Hal ini diungkapkan oleh seorang pengidap HIV bernama Hages Budiman yang sudah memiliki anak dan semuanya tidak memiliki penyakit tersebut. Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan wanita pengidap HIV/AIDS yang tetap ingin hamil namun mencegah penularan penyakit ini pada anaknya.

Konsultasi pada dokter
Berkonsultasilah pada dokter terlebih dahulu dan ungkapkan keinginan untuk hamil. Dokter akan memberitahukan beberapa syarat agar penyakit ini tidak menular pada janin di dalam kandungan. Biasanya, wanita pengidap HIV/AIDS yang rajin minum ARV boleh untuk hamil asalkan status virus HIV di dalam tubuhnya juga dianggap cukup aman. Tak hanya itu, jika jumlah sel kekebalan tubuh atau CD-4 dalam tubuh ibu sudah berada di sekitar angka 410-1.500, maka mereka masih boleh untuk hamil.

Berhubungan intim dengan aman
Jika ibu hamil dengan HIV/AIDS dianggap aman untuk hamil, maka Ia bisa berhubungan intim dengan pasangannya dalam waktu tiga hari masa subur tanpa alat kontrasepsi untuk mendapatkan kehamilan.

Agar anak tidak tertular HIV
HIV/AIDS bisa menular melalui cairan darah, cairan kelamin, dan ASI. Hanya saja, asalkan ibu hamil rutin melakukan pemeriksaan kondisi kesehatannya dan dipastikan dalam kondisi yang aman oleh dokter, maka Ia tetap akan bisa melahirkan atau bahkan menyusui buah hatinya.