Kolesterol Tinggi – Obat Penghambat Penyerapan dan Asam Nikotinat

doktersehat-vitamin-nutrisi-komponen-organik-obat-ibu-hamil-kehamilan

Penghambat penyerapan kolesterol dapat dikaitkan dengan pembengkakan lidah (angioedema). Selain itu, Ezetimibe (Zetia) mengurangi kolesterol LDL dalam jumlah yang signifikan. Hal ini paling berguna pada orang yang tidak dapat mentolerir penggunaan statin. Bila digunakan sebagai tambahan statin, ezetimibe setara dengan dua kali lipat atau tiga kali lipat dosis statin.

Asam Nikotinat atau Niasin

Asam nikotin menurunkan kolesterol total, kadar kolesterol LDL, dan trigliserida, sekaligus meningkatkan kadar kolesterol HDL. Ada dua jenis asam nikotinat: kerja dengan pelepasan segera (immediate-release) dan pelepasan diperpanjang (extended-release)

Bentuk niasin immediate-release murah dan mudah diakses tanpa resep dokter, namun karena efek samping yang potensial, sebaiknya tidak digunakan untuk menurunkan kolesterol tanpa pemantauan oleh dokter. (Nicotinamide, bentuk niasin lainnya, tidak menurunkan kadar kolesterol dan tidak boleh digunakan sebagai pengganti asam nikotinat.)

Efek samping yang umum dan menyusahkan dari asam nikotinat adalah hot flashes atau rasa panas pada tubuh, yang merupakan hasil dari pembuluh darah yang melebar. Kebanyakan orang mengembangkan toleransi terhadap kondisi ini, yang kadang-kadang dapat dikurangi dengan mengonsumsi obat selama atau setelah makan atau dengan penggunaan aspirin atau obat serupa lainnya yang diresepkan oleh dokter Anda 30 menit sebelum mengonsumsi niasin. Bentuk niasin extended-release dapat menyebabkan efek flashing lebih sedikit daripada bentuk lainnya.

Sementara itu, efek obat tekanan darah tinggi juga bisa meningkat saat mengonsumsi niacin yang menyebabkan tekanan darah turun drastis. Berbagai gejala gastrointestinal, termasuk mual, gangguan pencernaan, kembung, muntah, diare, dan tukak lambung, telah dilaporkan dari penggunaan asam nikotinat. Efek samping utama lainnya meliputi masalah hati, asam urat, dan gula darah tinggi.

Niasin extended-release sering kali lebih baik ditolerir daripada niasin kristalin. Namun, toksisitas hati (kerusakan hati) mungkin lebih besar. Dosis niasin extended-release biasanya terbatas pada 2 gram per hari.