informasi kesehatan


Obat-Obatan yang Dilarang saat Hamil

Obat-Obatan yang Dilarang saat Hamil

DokterSehat.com – Pada awal kehamilan biasanya daya tahan tubuh akan mengalami penurunan. Kondisi seperti ini dapat memicu datangnya penyakit flu, radang tenggorokan, atau penyakit ringan lainnya. Meski begitu, ibu hamil tidak boleh mengonsumsi sembarangan obat karena dapat mempengaruhi kondisi janin dalam kandungannya.

Sebaiknya ibu hamil yang menderita penyakit tertentu berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan. Berikut ini daftar beberapa obat yang aman dan yang perlu dihindari saat hamil:

Obat yang Relatif Aman

  1. Obat alergi: obat semprot hidung.
  2. Obat anti-mual: vitamin B6 (sampai 100 mg per hari).
  3. Obat sembelit: pelunak feses.
  4. Pencegah flu: vaksin flu (jika ibu alergi terhadap telur atau daging ayam sebaiknya tidak melakukan vaksin flu sebab dalam vaksin terkandung bahan protein telur).
  5. Obat sakit maag: antasida.
  6. Multivitamin: pilihlah produk yang diformulasikan khusus untuk wanita hamil dan menyusui.
  7. Pengurang rasa sakit acetaminophen atau tylenol.
  8. Anti-jamur: krim vagina.
  9. Anti-biotik: golongan penicilin, cephalosporin, erythromycin, clindamycin.
  10. Obat asma: obat inhalasi yang mengandung steroid.
  11. Antasida dan Anti-ulkus.
  12. Antidepresan: obat golongan SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor) dan golongan trisiklik antidepresan seperti imipramine dan amitriptyline.
  13. Obat hipertensi: golongan metildopa.

Obat yang Harus Dihindari Agar Tak Berpengaruh Pada Janin

1. Obat Anti-Inflamasi Nonsterold seperti asam mefenamat harus dihindari terutama pada usia kehamilan ketujuh sampai kesembilan, kecuali mendapat pertimbangan dokter karena manfaatnya lebih besar ketimbang risiko terhadap janin.

2. Obat Cacing Mebendazol, sebaiknya hindari obat itu karena belum diketahui aman atau tidaknya bagi ibu hamil.

3. Obat Asma Salbutamol belum diketahui persis tingkat keamanannya bagi ibu hamil. Bagi penderita asma yang sedang hamil sebaiknya gunakan obat asma yang disemprot ke mulut (inhalasi) untuk meminimalkan dampak buruk terhadap janin.

4. Obat Analgesik seperti antiplatelet asetosal dan antipiretik sebaiknya dihindari terutama pada usia kehamilan ketujuh sampai kesembilan. Obat ini bisa meningkatkan risiko pendarahan ketika proses persalinan. Penggunaan dalam dosis tinggi bisa mengakibatkan hipertensi yang menetap pda bayi yang baru lahir.

5. Penggunaan obat antimabuk seperti dimenhidrinat pada ibu hamil dan menyusui harus atas persetujuan dokter terlebih dahulu.

Dalam perjalanan seperti dimenhidrinat, ibu hamil dan menyusui harus berkonsultasi dulu ke dokter sebelum menggunakan obat ini

6. Obat engurang rasa sakit seperti aspirin yang dosisnya lebih dari 81 mg dan obat-obat lainnya yang mengandung ibuprofen serta obat anti-inflamasi non steroid.

7. Obat sembelit seperti mineral oil.

8. Obat migren golongan ergotamin.

9. Obat rematik

10 Obat jerawat seperti roaccutane serta vitamin A oral lainnya.

Dari berbagai sumber

pf button both Obat Obatan yang Dilarang saat Hamil
                     

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

4 Responses to “Obat-Obatan yang Dilarang saat Hamil”

  1. chotim says:

    dmn membeli obat cytotec(obat rematik)

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. Vanny Bernadus says:

      Untuk pemberian obat2an, bisa di apotek, namun sebaiknya di konsultasikan dulu dengan dokter. Trims

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  2. Deris says:

    Klo setiap hari mengeluarkan darah di kemaluan istri saya kira” bakal ngeganggu ga ke calon anaknyah,,

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. Vanny Bernadus says:

      Berapa usia kehamilannya? Pada awal kehamilan, terutama bulan pertama -kedua kehamilan, terjadi penetrasi Janin ke dinding rahim, Dan sering mengakibatkan keluarnya sedikit darah Yg Lebih terangsang warnanya Dari darah mens. Namun bila terjadi terus menerus, apalagi sampai berbulan2 Dan setiap hari, dikhawatirkan adanya gangguan pada kehamilan, Dan sebaiknya seger periksakan ke dokter spesialis kandungan. Trims

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0