Obat Demam Tifoid untuk Anak

DokterSehat.Com– Masalah higienitas merupakan masalah laten kesehatan. Hal ini penting, terutama dalam menjaga kesehatan anak. Ya.. anak-anak memang rentan terhadap penyakit. Salah satu penyakit yang berkaitan dengan masalah higiene adalah tifus (demam tifoid). Penyakit ini disebabkan olah bakteri Salmonella typhi. Penyebaran bakteri ini melalui tinja, air seni dan makanan yang tercemar.

Influenza-pada-Anak-doktersehat

Anak-anakku pun demikian, tidak lepas dari demam tifoid ini. Meskipun di rumah, semampu kami menjaga kebersihan dan kesehatan, masih kecolongan juga. Kadang-kadang kecurigaan mengarah pada jajan yang dibeli anak-anakku di sekolah. Bahkan untuk anakku yang kecil, kecurigaan mengarah pada makanan yang diberikan di sekolah. Maklum anakku yang kecil sekolahnya full day. Jadi kadang, terutama ibunya anak-anak, curiga; jangan-jangan makan siang yang diberikan di sekolah tidak higienis. Maklum, fasilitas memasaknya kok…. Entahlah, saya sendiri tak bisa memastikan dari mana bakteri Salmonella typhi itu berasal, wong bakteri tak ber KTP. Iya nggak?

Yang perlu dicermati adalah gejala tifus ini. Gejala demam tifoid mulai muncul dalam waktu 8-14 hari setelah infeksi. Demam akan muncul dan meningkat secara bertahap hingga suhu tubuh mencapai 40 derajat Celsius. Selain demam, kadang disertai sakit kepala, nyeri sendi, sakit tenggorokan, sembelit, kembung dan diare. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini akan semakin parah dan dapat menimbulkan kematian.

Tapi yang penting dari semua itu, selain pencegahan adalah pengobatan. Bakteri masuk ke dalam saluran pencernaan dan bisa masuk ke dalam peredaran darah. Hal ini akan diikuti oleh terjadinya peradangan pada usus halus dan usus besar. Pada kasus yang berat, yang bisa berakibat fatal, jaringan yang terkena bisa mengalami perdarahan dan perforasi (perlubangan). Sekitar 3% penderita yang terinfeksi oleh Salmonella typhi dan belum mendapatkan pengobatan, di dalam tinjanya akan ditemukan bakteri ini selama lebih dari 1 tahun. Beberapa dari pembawa bakteri ini tidak menunjukkan gejala-gejala dari demam tifoid. Pencegahannya jelas, jaga kebersihan. Kebiasaan cuci tangan dengan sabun antiseptik efektif untuk mencegah penyakit ini.

Baca Juga:  Penyakit Dan Kelainan Tulang Osteomielitis

Bagaimana dengan pengobatannya. Penyakit tifus harus diobati dengan antibiotik. Obat terpilih untuk ini adalah kombinasi kloramfenikol (Thiamfenikol) dan Amoksisilin. Namun bila tidak mencapai hasil yang diharapkan, dapat digunakan Sefadroksil (Cefat, Longsef) dikombinasikan dengan Thiamfenikol (Thiamycin, Biothicol). Pengobatan harus tetap dilanjutkan 2-3 hari setelah gejala menghilang. Selain kombinasi tersebut, pilihan obat berikutnya adalah cefixim (Cefspan,Sporetik). Obat penurun panas tetap harus diberikan, agar panas badannya tetap terkontrol. Makanan yang diberikan berupa makanan yang lunak/lembut. Biasanya bubur. Dan penderita tidak boleh banyak bergerak. Bed rest lah…

Untuk anak-anakku, biasanya pengobatan akan berlangsung selama 1 minggu. Kalau gejalanya semakin buruk, tak ada pilihan lain; opname di rumah sakit. Dan kami, bergantian menjaganya.

Begitulah sekilas kami menangani demam tifoid. Semoga berguna.