Bermacam Nyeri Kepala Beserta Penyebab dan Pengobatannya

DokterSehat.Com – Menurut National Headache Foundation, lebih dari 45 juta orang Amerika menderita nyeri kepala berulang dan 28 juta di antaranya menderita migrain. Sekitar 20% anak-anak dan remaja juga mengalami nyeri kepala yang cukup berat.

doktersehat-penglihatan-mata-kabur-miopi

Apa sajakah jenis-jenis nyeri kepala?

  • Nyeri kepala tipe tegang. Disebut juga nyeri kepala kronis harian atau nyeri kepala kronis non-progresif, nyeri kepala tipe tegang merupakan nyeri kepala yang paling banyak dialami baik oleh orang dewasa maupun remaja. Nyeri kepala yang disertai penegangan otot-otot kepala dan leher ini menimbulkan nyeri ringan hingga sedang dan bersifat hilang timbul sepanjang waktu.
  • Migrain. Penyebab pasti migrain belum dapat diketahui. Teori yang paling terkenal adalah adanya berbagai rangsangan yang menyebabkan aktivitas otak menjadi tidak normal sehingga akan mempengaruhi pembuluh darah di otak. Teori ini dikenal dengan teori neurovaskuler. Migrain digambarkan sebagai nyeri kepala berdenyut dengan intensitas sedang hingga berat. Migrain dapat berlangsung selama 4 jam hingga 3 hari dan biasanya terjadi 1-4 kali per bulan. Migrain juga disertai dengan gejala-gejala seperti sensitivitas yang berlebihan terhadap cahaya, suara, atau bau-bauan; mual atau muntah; hilang nafsu makan; dan nyeri perut. Ketika seorang anak mengalami migrain, anak tersebut seringkali tampak pucat, mengeluh pusing, pandangan kabur, demam, nyeri perut, serta gejala-gejala seperti yang telah disebutkan di atas.
  • Nyeri kepala campuran. Merupakan kombinasi dari migrain dengan nyeri kepala tipe tegang. Baik orang dewasa maupun anak-anak dapat mengalami nyeri kepala ini.
  • Nyeri kepala klaster. Merupakan nyeri kepala primer yang paling jarang, sekaligus yang paling berat. Nyeri kepala ini digambarkan sebagai nyeri kepala yang seperti terbakar atau tertusuk-tusuk jarum yang bersifat menetap dan intensitasnya berat. Nyeri terasa sangat berat hingga sebagian besar penderita tidak dapat duduk diam dan akan tampak gelisah pada saat mendapat serangan nyeri kepala ini. Nyeri terutama dirasakan di sekitar bola mata dan tidak berpindah-pindah. Nyeri kepala klaster terjadi 1-3 kali per hari dalam satu periode klaster, yang dapat berlangsung selama 2 minggu sampai 3 bulan. Nyeri kepala ini dapat menghilang secara sempurna (mengalami remisi) selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, tetapi masih mungkin untuk timbul kembali.
  • Nyeri kepala sinus. Nyeri kepala sinus digambarkan sebagai nyeri yang menetap di daerah tulang pipi, dahi, atau jembatan hidung. Nyeri biasanya bertambah dengan gerakan atau peregangan kepala yang mendadak dan biasanya disertai dengan gejala sinus yang lain seperti keluar lendir dari hidung, telinga terasa penuh, demam, dan wajah bengkak.
  • Nyeri kepala akut. Sering ditemukan pada anak-anak, nyeri kepala ini timbul hanya satu kali secara mendadak dan menghilang dalam waktu singkat. Penyebab yang paling sering pada anak dan remaja adalah infeksi saluran napas atas.
  • Nyeri kepala hormonal. Nyeri kepala pada wanita seringkali berhubungan dengan perubahan kadar hormon yang terjadi pada saat menstruasi, kehamilan, dan menopause. Perubahan hormonal karena zat kimia, misalnya pil kontrasepsi, juga dapat memicu nyeri kepala pada beberapa wanita.
  • Nyeri kepala kronis progresif. Nyeri kepala ini akan dirasakan semakin berat dan semakin sering muncul seiring dengan berjalannya waktu. Nyeri kepala kronik progresif dapat disebabkan oleh adanya kelainan pada otak atau tulang tengkorak.
Baca Juga:  Sudah Adakah Vaksin Untuk Ebola?

Apakah yang menyebabkan nyeri kepala?

Nyeri pada nyeri kepala berasal dari sinyal-sinyal yang berinteraksi di otak serta pembuluh darah dan serabut saraf di sekitarnya. Pada saat timbul serangan nyeri kepala, serabut-serabut saraf yang mensarafi pembuluh darah dan otot-otot kepala teraktivasi dan mengirimkan sinyal nyeri ke otak. Akan tetapi, belum diketahui pasti apa yang menyebabkan serabut-serabut saraf tersebut teraktivasi.

Nyeri kepala yang muncul secara tiba-tiba (akut) biasanya terjadi karena adanya penyakit lain, infeksi, masuk angin, atau demam. Keadaan lain yang dapat menyebabkan nyeri kepala misalnya sinusitis (peradangan pada sinus), faringitis (radang tenggorokan), dan otitis (radang telinga).

Pada beberapa kasus, nyeri kepala terjadi karena adanya benturan pada kepala (trauma kepala) atau kondisi medis yang lebih berat, meskipun jarang.

Penyebab yang paling sering dari nyeri kepala tipe tegang adalah stres emosional yang berhubungan dengan masalah keluarga atau pekerjaan; konsumsi alkohol; terlambat makan; perubahan pola tidur; penyalahgunaan obat; dan depresi. Penyebab lain adalah mata lelah dan peregangan otot leher atau punggung karena salah posisi.

Nyeri kepala juga dapat dipicu oleh faktor lingkungan, misalnya paparan asap rokok, bau parfum atau zat kimia lain yang menyengat, atau alergi. Stres, polusi, suara bising, cahaya yang terlalu terang, dan perubahan cuaca juga dapat memicu nyeri kepala pada sebagian orang. Aktivitas fisik yang berlebihan juga dapat memicu nyeri kepala baik pada anak-anak maupun dewasa.

Disarankan untuk menghubungi dokter agar dapat mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan nyeri kepala.

Bagaimana cara mengatasi nyeri kepala?

Jangan ragu untuk segera menghubungi dokter bila merasakan nyeri kepala. Dokter akan menanyakan riwayat sakit kepala pasiennya (sejak kapan, sudah berapa lama, nyeri kepala seperti apa yang dirasakan, dan sebagainya) dan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui penyebab nyeri kepala tersebut. Pada beberapa kasus, dokter juga akan membutuhkan pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan laboratorium, X foto, dan CT-scan sesuai indikasi.

Pengobatan nyeri kepala bergantung pada beberapa faktor, yaitu jenis dan frekuensi nyeri kepala serta penyebab nyeri kepala tersebut. Tidak semua jenis nyeri kepala membutuhkan obat-obatan. Selain obat-obatan, dokter mungkin akan memberikan edukasi, konseling, dan terapi untuk pengendalian stres. Terapi tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien.