Nyeri dan Kerusakan Saraf – Tipe Saraf, Gejala, dan Pengobatan

DokterSehat.com – Sistem saraf Anda terlibat dalam semua gerakan tubuh, dari mengatur napas sampai mengontrol otot dan merasakan panas maupun dingin.



Terdapat 3 tipe saraf di tubuh:

  1. Saraf otonom. Saraf ini mengontrol aktivitas yang tidak disadari (involunter) dan sebagian aktivitas yang disadari (volunter), termasuk denyut jantung, tekanan darah, pencernaan, dan pengaturan suhu.
  2. Saraf motorik. Saraf ini mengontrol gerakan dan tindakan tubuh, membawa informasi dari otak dan sumsum tulang belakang ke otot.
  3. Saraf sensoris. Saraf ini mengantar informasi dari kulit dan otot kembali menuju sumsum tulang belakang dan otak. Informasi ini lalu diproses untuk membuat Anda menyadari rasa nyeri dan sensasi lainnya.

Karena saraf penting untuk semua hal yang dilakukan tubuh, nyeri saraf dan kerusakan saraf secara serius akan mempengaruhi kualitas hidup Anda.

Apa Gejala Nyeri Saraf dan Kerusakan Saraf?

Kerusakan saraf dapat memberikan gejala yang bervariasi. Kerusakan dapat terjadi pada saraf di otak dan medula spinalis, dan juga dapat terjadi di saraf perifer (saraf tepi, saraf selain otak dan medula spinaslis).

Kerusakan saraf otonom dapat memberikan gejala berikut:

  • Ketidakmampuan merasakan nyeri dada yang sebenarnya merupakan petunjuk penyakit angina atau serangan jantung
  • Terlalu banyak berkeringat (yang disebut dengan hiperhidrosis) atau justru terlalu sedikit berkeringat (yang disebut dengan anhidrosis)
  • Merasa ringan
  • Mulut dan mata kering
  • Konstipasi (sembelit)
  • Disfungsi kandung kemih
  • Disfungsi seksual

Kerusakan saraf motorik dapat memberikan gejala:

  • Kelemahan
  • Atrofi otot
  • Kedutan
  • Paralisis

Kerusakan saraf sensoris akan memberikan gejala:

  • Nyeri
  • Sensitif
  • Baal
  • Rasa terbakar
  • Masalah untuk menentukan posisi tubuh

Dalam beberapa kasus, gejala yang diberikan dapat menunjukkan adanya kerusakan 1 atau 2 tipe saraf, atau bahkan 3 tipe saraf.  Contohnya, mungkin Anda dapat mengeluhkan adanya kelemahan dan rasa terbakar di tungkai kaki dalam satu waktu.

Baca Juga:  Olahraga Yang Cocok Bagi Mereka Yang Bernafas Pendek

 

Bagaimana hal ini diobati?

Kerusakan saraf pada banyak kasus tidak dapat diobati seluruhnya, namun ada beberapa variasi terapi yang dapat mengurangi gejala Anda. Karena kerusakan saraf seringkali progresif, penting untuk mengonsultasikan hal ini kepada dokter ketika Anda pertama kali mengenali gejala. Cara ini adalah cara Anda mengurangi risiko kerusakan yang permanen.

Seringkali, tujuan pengobatan adalah mengatasi kondisi yang mendasari kerusakan saraf ini. Hal ini berarti:

  • Dokter akan menyarankan mengontrol kadar gula darah pada orang dengan diabetes
  • Mengoreksi defisiensi nutrisi
  • Mengubah pengobatan ketika obat yang dikonsumsi menyebabkan kerusakan saraf
  • Terapi fisik atau pembedahan jika terjadi penekanan atau trauma pada saraf
  • Pengobatan kondisi autoimun

Selain itu dokter akan meresepkan obat yang bertujuan untuk meminimalisir nyeri saraf yang Anda rasakan. Hal ini meliputi:

  • Pereda nyeri
  • Antidepresan trisiklik
  • Obat anti kejang

Pendekatan komplementer dan alternatif juga akan membantu meredakan nyeri dan ketidaknyamanan Anda. Hal ini meliputi

  • Akupuntur
  • Konsultasi
  • Hipnoterapi
  • Meditasi