Nyeri Dada Setelah Makan, Gejala Penyakit Jantung?

DokterSehat.Com – Pernahkah anda mengalami dada yang nyeri dengan hebat setelah makan? Rasa nyeri ini ternyata bisa menjadi penanda adanya masalah pada pola makan anda yang kurang sehat. Selain dada, rasa nyeri ini biasanya juga menjalar hingga leher atau diafragma, area diantara perut atas dan juga tulang rusuk. Meskipun nyerinya terasa sangat hebat, hal ini ternyata bukan gejala penyakit jantung. Sayangnya, rasa nyeri ini justru bisa menjadi penanda adanya masalah pada saluran pencernaan.

doktersehat-jantung

Jika kita memakan makanan yang kurang sehat, asam lambung bisa naik ke kerongkongan dan membuat area dada pun terasa sangat nyeri dan panas layaknya terbakar. Banyak orang yang mengkaitkan masalah ini dengan kembung atau bahkan maag. Padahal, rasa nyeri ini adalah gejala dari penyakit gastroesophageal reflux atau yang akrab disebut sebagai masalah asam lambung. Dalam beberapa kasus, asam lambung bahkan bisa mencapai rongga mulut yang tentu saja akan membuat tubuh menjadi terasa tidak nyaman.

Selain masalah asam lambung, nyeri pada area dada setelah makan juga bisa menjadi penanda masalah ulkus. Ulkus sendiri adalah adanya luka terbuka yang berada di saluran pencernaan. Karena adanya infeksi bakteri, luka pada saluran pencernaan ini bisa berkembang dan membuat rasa nyeri. Makanan yang melewati saluran pencernaan bisa semakin membuat luka ini menjadi semakin parah dan rasa nyeri pun akan semakin menjadi.

Pertolong Pertama dan Perawatan
Jika kita mengalami rasa nyeri pada dada setelah makan, maka hal pertama yang harus kita perhatikan adalah apa yang kita makan. Selama ini mungkin kita terlalu banyak memakan makanan pedas, panas, dan berlemak yang bisa membuat saluran pencernaan teriritasi. Selain itu konsumsi alkohol atau kopi juga bisa menyebabkan masalah ini. Hindarilah makanan dan minuman tersebut hingga kondisi perut membaik. Selain itu, jangan lupakan minum air putih dengan cukup agar dapat membuat saluran pencernaan menjadi lebih nyaman. Untuk memberikan waktu bagi saluran pencernaan beristirahat dan memperbaiki kerusakannya, ada baiknya kita tidak makan setidaknya dua jam sebelum kita beranjak tidur.

Baca Juga:  Macam-macam Penyakit Hati Akibat Virus dan Pola Makan