Normalkah Anak Berjalan Jinjit?

DokterSehat.Com – Tenang Ma, jika anak Anda berjalan jinjit. Ini normal-normal saja kok, bahkan banyak balita yang melakukannya ketika belajar jalan.

11

Ini adalah fase transisi yang wajar antara mau ke sana-sini dan benar-benar piawai berjalan, kata Hank Shapiro, M.D., dokter anak bagian developmental behavioral di All Children’s Hospital, St. Petersburg, FL. Ketimbang merangkak atau merambat, berjinjit jauh lebih cepat dan efisien.

Pada saat anak belajar berjalan, tumit anak anda akan lebih dulu menyentuh lantai kemudian telapa kaki hingga ujung jari. Otak memberikan informasi adanya penghalang sehingga anak akan mengubah kecepatan ataupun arah sehingga menyebabkan anak anda berjalan goyang ke sisi dan ke kanan dalam perjalanan belajar berjalan pada anak ini wajar terjadi.

Umumnya fase berjinjit pada anak akan menghilang dengan sendirinya pada usia 24-30 bulan. Sehingga anak anda akan benar-benar menapak pada lantai, sehingga berjinjit hanya proses belajar saja. Namun apabila anak anda terus berjalan berjinjit dan tidak lagi dalam proses belajar berjalan. Bahkan ketika anda meminta untuk berjalan biasa anak anda tetap berjalan berjinjit maka sebaiknya cari tahu, dikhawatirkan adanya kelainan yang menyebabkan jalan jinjit yaitu cerebral palsy, autism, muscle dystophy atau kelainan otot saraf lainnya.

Salah satu kelainan yang menyebabkan jalan berjinjit diantaranya adalah perpendekan tendo achiles. Hal ini terjadi karena adanya proses pertumbuhan tendo achilles sehingga menjadi pendek. Tendo achilles ini berfungsi menghubungkan tumit dengan otot betis sehingga terjadi perpendekan.

Jalan berjinjit dapat juga merupakan kelainan karena kasus cerebral palsy karena kehilangan kordinasi pada sistem gerak tubuh sehingga otot saling tarik menarik. Ini disebabkan karena otot betis sisi belakang yang dominan dibandingkan dengan sisi depan dan resultan terjadi pada tumit yang tertarik ke atas. Selanjutnya pada kasus muscle dystrophy dimana terjadi kerusakan otot  karena defisiensi enxzim dystrophy. Kelainan ini bersifat herediter yang disebabkan oleh ayah.

Baca Juga:  Kesalahan yang sering dilakukan setelah olahraga

Pada kasus lainnya jalan jinjit dapat disebabkan karena gangguan autis yang menyebabkan kemampuan anak untuk berkomunikasi dan berinteraksi. Sampai saat ini mekanisme kondisi autis menyebabkan jalan jinjit masih dalam penelitian lanjut. Nah, untuk anda setelah mengenal kondisi normal dan tidak normalnya jalan jinjit dapat dilihat setelah anak anda sudah bisa berjalan. Penting untuk anda berjalan yang benar sehingga tidak menjadikan kebiasaan pada anak anda.

Berikut ini adalah poin penting yang dapat dilakukan untuk belajar berjalan :

  • Menciptakan lingkungan yang aman sehingga anak tertatih-tatih dan akan melangkahkan kaki tidak ragu, anda dapat menghindarkan anak anda dari benda benda yang membahayakannya.
  • Memilih sepatu yang tepat sehingga ukuran yang pas dan tidak melonggar akan membuatnya nyaman dalam belajar berjalan.
  • Menumbuhkan rasa percaya diri ketika belajar berjalan. Ketika belajar berjalan anak anda jatuh dan tidak percaya diri untuk melangkah, sebaiknya anda tumbuhkan kembali rasa percaya dirinya dengan mendorong untuk belajar berjalan.