Nilai Gizi Pada Bekal Sekolah Anak

Dokter Sehat – Ketika anak dalam masa pertumbuhan, orangtua sebaiknya memberikan asupan makanan ekstra dengan kandungan gizi yang maksimal. “Citarasa makanan dan kandungan gizi makanan untuk anak memang menjadi salah satu tugas dan tanggung jawab dari orangtua, ungkap pakar kuliner William Wongso, saat final kompetisi Masakan Andalanku di Carrefour MT Haryono, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

6

Menurut William, orangtua perlu menyadari pentingnya asupan gizi untuk mendukung pertumbuhan fisik dan otak anak-anak. Sadar gizi perlu, tapi jika memang tidak mengerti dengan detail tentang nilai gizi, yang paling penting adalah mereka sudah memenuhi kebutuhan gizi seimbang untuk anak-anak.

Gizi seimbang untuk anak meliputi aneka jenis makanan yang beragam, berwarna, dan berimbang, mulai dari keseimbangan asupan protein, karbohidrat, mineral, dan vitamin lainnya. Setidaknya jika kebutuhan asupan gizi anak terpenuhi, Anda sudah mendukung pertumbuhannya.

Pemberian asupan makanan yang bergizi dalam masa pertumbuhan anak ini memang tidak mudah untuk dilakukan, karena anak biasanya kurang suka menyantap makanan yang sehat. Di sinilah kreativitas orangtua sangat diperlukan, buatkan saja berbagai makanan yang dengan bentuk yang kreatif dan dan lucu, agar anak tertarik untuk makan.

Jika anak berada di rumah, makanan yang disantap pasti bisa dikontrol orangtua. Namun bagaimana Anda dapat mengontrol makanan yang disantap anak saat mereka di sekolah? Seperti diketahui belum tentu semua makanan di kantin sekolah memenuhi kandungan gizi yang dibutuhkan anak, agak sulit memang mengontrol makanan di luar rumah, namun agar kandungan gizi dalam makanan anak tetap terjaga, bawakan saja bekal dari rumah.

Sampai saat ini belum semua sekolah memberikan menu makanan di kantin yang memenuhi standar gizi, Repotnya, pemerintah nampaknya juga kurang menaruh perhatian pada masalah ini. Di Amerika, Ibu Michelle Obama sempat memanggil chef di sana untuk berkreasi dan menciptakan makanan untuk kantin sekolah yang memenuhi standar gizi anak. Sayangnya pemerintah Indonesia terlalu sibuk untuk mengurusi masalah makanan dan gizi, padahal makanan dan gizi adalah urusan paling mendasar bagi manusia.

Baca Juga:  Tips Mudah Dapatkan Tubuh Langsing Dengan Diet Sehat

Khusus soal pemilihan makanannya, pertimbangkan 2 komponen makanan berikut ini :

1.Komponen nutrien, terdiri dari :
•Makronutrien (karbohidrat, protein dan lemak), yang berperan menghasilkan energi. Dampak peranan makronutrien menonjol dalam pertumbuhan fisik anak.
•Mikronutrien (vitamin dan mineral), berperan membantu proses metabolisme di dalam tubuh.

2.Komponen non-nutrien : serat makanan, zat warna, zat penyedap, dan lain-lain
Jenis makanan anak prasekolah pada dasarnya tidak berbeda dengan orang dewasa, makanan mereka dapat dikelompokkan menjadi :
1.Makanan pokok sebagai sumber energi (nasi, roti, mie, bihun, kentang, dan sebagainya).
2.Lauk pauk , terdiri dari sumber protein hewani (ayam, daging, telur, dan sebagainya), dan protein nabati (seperti kacang-kacangan, tahu, tempe). Lauk juga merupakan sumber vitamin dan mineral, seperti zat besi (Fe) yang terdapat pada daging.
3.Sayur dan buah , sebagai sumber vitamin dan mineral.
4.Air minum yang bersih sebagai media metabolisme.
5.Susu, sebagai sumber protein dan energi.