Nikmati Kehamilan Muda dengan Tips Berikut

DokterSehat.Com – Kondisi hamil muda terlebih bagi para calon ibu di kehamilan pertama menjadi suatu hal yang cukup membingungkan. Bahkan dengan perubahan hormon yang terjadi membuat kondisi tubuh serasa tidak nyaman. Misalnya rasa mual yang menyerang di pagi hingga siang hari menimbulkan nafsu makan menjadi berkurang, akibatnya makan yang dikonsumsi pun cenderung lebih sedikit dan kurang memenuhi kebutuhan nutrisi yang seimbang bagi ibu hamil. Kondisi demikian tentunya tidak baik untuk kesehatan janin dan calon ibu.

shutterstock_123819496 copy

Hal ini sebaiknya jangan belarut-larut, lakukan langkah berikut agar kehamilan muda tetap sehat.

  • Atasi keluhan dan perubahan fisik yang terjadi

Mual, muntah, pusing, nyeri di bagian payudarda, intensitas buang air kecil lebih sering, susah buang besar, hingga penciuman yang lebih sensitif terhadap berbagai bau seperti parfum, menjadi keluhan yang banyak dialami wanita dalam kondisi hamil muda. Mengatasi kondisi ini dapat dilakukan dengan memperbanyak minum, serta selingi dengan wedang jahe hangat. Jika susah untuk makan, sebaiknya konsumsi makanan dengan porsi yang kecil, dengan intensitas lebih sering. Pastikan bahwa asupan makanan telah mencukupi kebutuhan at besi untuk mengurangi rasa lemas, serta serat agar pencernaan menjadi lebih lancar. Hindari menahan buang air kecil, karena dapat memicu infeksi saluran kemih.

  • Hindari rokok, minuman beralkohol dan kafein

Rokok menjadi faktor kelahiran prematur, plasenta bermasalah, hingga keguguran. Tak hanya rokok minuman berkafein juga dapat memicu risiko keguguran. Sementara konsumsi minuman beralkohol berisiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah, gangguan belajar, gangguan bahasa, bicara, serta menjadi hiperaktif. Tidak hanya itu, berbagai aktivitas yang melibatkan bahan kimia, seperti pestisida, cairan pembersih, serta bahan yang mengandung logam berat lainnya sebaiknya dihindari.

  • Kendalikan emosi

Hormon kehamilan memang memicu perkembangan mood calon ibu mudah berubah-ubah, seperti gembira, gelisah, dan mudah lelah. Hal ini terkadang dipicu oleh pikiran-pikiran negatif seperti kecemasan akan kondisi kehamilan, kemampuan mengasuh bayi nantinya, hingga masalah keuangan. Sebaiknya bicarakan hal ini kepada suami atau keluarga untuk memperoleh dukungan.

  • Eratkan hubungan dengan pasangan

Di masa kehamilan menjadi saat yang tepat untuk meningkatkan keintiman bersama pasangan. seringlah untuk saling berbagi cerita, mulai dari perasaan yang dirasakan, hingga permasalahan, dan rasa khawatir. Keintiman ini akan semakin mempererat hubungan kebersamaan Anda dengan pasangan. sementara aktivitas seksual dapat disesuaikan dengan kondisi yang lebih tepat, yaitu ketika ibu hamil dalam keadaan nyaman. Akitivitas ini pun tidak peru dikhawatirkan dapat mempengaruhi kondisi janin. Janin sendiri dilindungi oleh kantung ketuban, otot-oot rahim, serta cairan anti infeksi yang melindungi leher rahim.