Ngeri, Wanita Ini Tewas Setelah Digigit Kucing

DokterSehat.Com– Bagi mereka yang memelihara kucing, tentu pernah mendapatkan cakaran atau gigitan dari hewan yang memilliki rupa yang manis ini. Seringkali, cakaran atau gigitan ini didapatkan tatkala kita tidak sengaja mengganggu kucing atau saat kucing sangat gemas dengan kita. Jika biasanya gigitan atau cakaran kucing ini dianggap sebagai hal yang sepele, kasus yang terjadi di Jepang ini mungkin akan membuat kita berpikir dua kali untuk mengalaminya lagi. Bagaimana tidak, seorang wanita ditemukan meninggal dunia karena gigitan kucing! Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-kucing-jantung

Memang, kucing yang menggigit sang wanita adalah kucing liar, bukan kucing peliharaan yang terawat. Namun, banyak masyarakat tanah air yang sebenarnya kerap bercengkerama dengan kucing yang tidak memiliki majikan, bukan? Wanita yang hanya diketahui berusia sekitar 50 tahunan ini disebut-sebut sebenarnya bermaksud untuk menolong kucing liar tersebut yang terlihat sedang jatuh sakit. Sayangnya, pada saat merawat sang kucing, wanita ini juga sempat digigit. Yang tidak diduga adalah, gigitan ini menyebabkan sang wanita terkena penyakit bernama trombositopenia syndrome atau SFTS. Penyakit ini dibawa oleh kutu yang ada pada tubuh kucing liar tersebut. Tidak butuh waktu lama, wanita ini langsung mengalami gejala berupa demam yang sangat parah dan akhirnya meninggal dunia sepuluh hari kemudian.

Salah seorang pejabat dari Kementerian Kesehatan Jepang menyebutkan bahwa kasus meninggalnya seseorang karena tertular penyakit yang diidap oleh hewan mamalia ini adalah yang pertama kali terjadi di dunia. Sejauh ini, belum ada laporan sama sekali tentang kasus yang serupa sebelumnya. Selain itu, penyakit SFTS ini juga termasuk penyakit menular yang belum lama muncul di negara-negara Asia Timur seperti Jepang, Semenanjung Korea, dan China.

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya memang kita berhati-hati saat ingin memegang kucing, apalagi jika kucing tersebut terlihat sedang dalam kondisi tidak sehat.