Neutropenia (Jumlah Neutrofil Rendah) – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

DokterSehat.Com – Orang-orang dengan neutropeni memiliki jumlah rendah dari sel yang disebut neutrofil. Neutrofil adalah sel dalam sistem imun yang menyerang bakteri dan organisme lain ketika memasuki tubuh kita.

doktersehat-Polisitemia-Vera-sumsum-darah-thalassemia-hemofilia-B-bekuan-darah

Neutrofil merupakan sel darah putih. Sumsum tulang membuat sel ini lalu sel ini akan menuju aliran darah dan bergerak ke area tubuh yang terinfeksi. Neutrofil ini akan melepaskan zat kimia untuk membunuh bakteri atau organisme yang menyerang tubuh.

Gejala Neutropenia

Neutropeni seringkali tidak menimbulkan gejala. Dalam beberapa kasus, orang menyadari dirinya mengalami neutropenia ketika menjalani tes darah untuk hal yang tidak berkaitan dengan neutropenia. Namun orang dapat memiliki gejala dari infeksi atau masalah lain yang mendasar yang disebabkan oleh neutropenia.

Infeksi dapat terjadi sebagai komplikasi neutropenia Infeksi terjadi seringkali pada membran mukosa (selaput lendir) seperti di dalam muut dan di kulit.

Infeksi dapat tampak berupa: ulkus, abses, kemerahan, luka yang sembuh dalam waktu yang lama

Demam juga dapat merupakan gejala yang umum untuk infeksi.

Risiko infeksi serius akan meningkat seiring dengan:

  • Jumlah neutrofil yang turun terus
  • Durasi neutropenia berat yang semakin lama

Penyebab

Penyebab neutropenia meliputi

  • Masalah memproduksi neutrofil di sumsum pulang
  • Penghancuran neutrofil di luar sumsum tulang
  • Infeksi
  • Defisiensi gizi

Penyebab penurunan produksi neutrofil:

  • Masalah dari lahir (kongenital) pada sumsum tulang
  • Leukemia dan kondisi lain yang mempengaruhi sumsum tulang atau kegagalan sumsum tulang
  • Radiasi
  • Kemoterapi

Infeksi yang menyebabkan neutropenia:

  • Tuberkulosis
  • Demam berdarah
  • Infeksi virus seperti Epstein-Barr, sitomegalovirus, HIV, dan hepatitis

Peningkatan penghancuran neutrofil dapat disebabkan karena sistem imun tubuh yang menargetkan neutrofil untuk dihancurkan. Hal ini dapat terkait dengan kondisi “autoimun” seperti:

  • Penyakit Crohn
  • Rematoid artritis
  • Lupus
Baca Juga:  Menurunkan Berat Badan Menjelang Kehamilan

Pada beberapa orang, neutropenia dapat disebabkan karena pengobatan tertentu seperti:

  • Antibiotik
  • Obat tekanan darah
  • Obat psikiatri
  • Obat epilepsi

Terapi neutropenia

Ketika memutuskan terapi, penyedia layanan kesehatan harus mempertimbangkan penyebab dan keparahan neutropenia. Kasus yang ringan kemungkinan tidak membutuhkan terapi.

Pendekatan pengobatan neutropeni meliputi:

  • Antibiotik untuk infeksi bakteri
  • Obat yang menekan sistem imun
  • Terapi yang disebut granulosit koloni-stimulating factor (G-CSF) yang enstimulasi sumsum tulang untuk memproduksi lebih banyak sel darah putih. Hal ini digunakan untuk beberapa tipe neutropenia, seperti tipe kongenital. Terapi ini dapat menjadi terapi penyelamat jiwa pada kasus ini
  • Mengubah obat yang dikonsumsi, jika memungkinkan, pada kasus neutropenia yang disebabkan pengobatan tertentu.
  • Transplantasi sumsum tulang dapat berguna untuk mengobati beberapa tipe neutropenia berat, termasuk yang disebabkan masalah sumsum tulang.

Orang dengan neutropenia seringkali membutuhkan langkah khusus untuk mencegah infeksi. Langkah khusus ini meliputi:

  • Menjaga higienitas dengan baik, termasuk sering cuci tangan dan perawatan gigi yang baik, seperti sikat gigi dengan rutin dan flossing
  • Mencegah kontak dengan orang sakit
  • Selalu menggunakan sepatu
  • Membersihkan lengan ketika terluka dan segera tutup dengan perban
  • Gunakan pencukur elektrik daripada silet
  • Cegah menyentuh kotoran hewan, dan tidak mengganti popok bayi
  • Cegah makanan yang dipasteurisasi, daging yang kurang matang, buah mentah, sayur mentah, dan bahan makanan lain yang mentah
  • Jauhi kolam, atau sungai