Narkolepsi/ Serangan Tidur – Pengertian dan Penyebab

Narkolepsi adalah gangguan neurologis yang mempengaruhi kontrol tidur dan terjaga, dalam bahasa awam disebut sebagai “serangan tidur”. Orang dengan pengalaman narkolepsi berlebihan kantuk di siang hari dan berselang, episode tak terkendali jatuh tertidur pada siang hari. Serangan ini tidur tiba-tiba dapat terjadi dalam setiap jenis kegiatan pada setiap saat sepanjang hari. Perkiraan prevalensi angka kejadian berkisar antara 2-10 orang per 10.000 orang di Amerika Utara dan Eropa. Sedangkan di Jepang angka kejadian sekitar lima kali lebih tinggi. Gejala-gejala dari narkolepsi biasanya timbul antara usia 12 dan 30 tahun, meskipun ada pula kasus yang dilaporkan dengan onset sejak usia 2 tahun dan hingga akhir 76 tahun. Perbedaan gender tidak terlalu berpengaruh terhadap prevalensi kejadian

doktersehat-narkolepsi

Dalam siklus tidur yang khas, orang akan memasuki tahap awal tidur diikuti dengan tahap tidur yang lebih dalam dan akhirnya (setelah sekitar 90 menit) terjadi gerakan mata cepat (REM/rapid eye movement) tidur. Untuk orang yang menderita narkolepsi, tidur REM terjadi segera dalam siklus tidur, serta secara berkala selama jam bangun. Ketika tidur REM, kita dapat mengalami mimpi dan paralisis otot (kelumpuhan otot) – yang menjelaskan beberapa gejala narkolepsi.

Narkolepsi biasanya dimulai antara usia 15–25 tahun, tetapi bisa muncul pada usia berapa pun. Dalam banyak kasus, narkolepsi tidak terdiagnosis dan, karena itu, tidak diobati.

Apa Penyebab Narkolepsi?
Penyebab narkolepsi tidak diketahui; namun, para ilmuwan telah membuat kemajuan ke arah mengidentifikasi gen yang sangat terkait dengan gangguan tersebut. Gen ini mengendalikan produksi bahan kimia dalam otak yang dapat menandakan tidur dan siklus terjaga. Beberapa ahli berpikir narkolepsi mungkin karena kekurangan produksi hypocretin kimia yang disebut oleh otak. Selain itu, para peneliti telah menemukan kelainan di berbagai bagian yang terkait dalam mengatur tidur REM. Kelainan ini tampaknya berkontribusi terhadap gejala narkolepsi. Menurut para ahli, kemungkinan narkolepsi melibatkan beberapa faktor yang berinteraksi untuk menyebabkan disfungsi dan tidur REM gangguan neurologis.