Muncul Jerawat di Penis, Berbahayakah?

doktersehat-susah-orgasme

DokterSehat.Com– Selain di area wajah, jerawat juga bisa berkembang pada area penis, lho. Jerawat biasanya tidak berbahaya dan mungkin tidak perlu khawatir jika muncul pada penis.

Namun, terkadang jerawat menyerupai gejala kondisi lain, seperti penyakit menular seksual (PMS). Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apakah pertumbuhan jerawat di sekitar penis membutuhkan penanganan medis.

Apa Itu Jerawat?

Jerawat berkembang ketika kelenjar minyak di permukaan kulit terhalang oleh minyak, sel-sel kulit mati, atau kotoran lainnya. Sumbatan ini dapat memicu respons imun yang menyebabkan area tersebut menjadi meradang dan bengkak.

Tonjolan kecil yang dihasilkan dikenal sebagai jerawat dan ini dapat terjadi di mana saja pada tubuh.

Tanda-Tanda Penyakit Menular Seksual (PMS)

Jerawat muncul sebagai tonjolan kecil bulat di permukaan kulit. Kondisi ini biasanya berwarna kemerahan.

Ujung jerawat bisa berwarnah kuning atau putih, hitam (komedo) atau warna yang sama dengan pangkal, tergantung pada jenis kotoran yang menyebabkan penumpukan. Beberapa jerawat juga mengandung nanah.

Penyebab Jerawat Penis

Faktor-faktor yang meningkatkan timbulnya jerawat penis meliputi:

  • Pakaian ketat
  • Kelembapan
  • Keringat berlebih
  • Mencukur
  • Kebersihan yang buruk
  • Kulit berminyak

Jerawat muncul tanpa menghiraukan aktivitas seksual, yang juga membantu mempersempit penyebab benjolan. Ada kemungkinan bahwa PMS menyebabkan jerawat jika seseorang aktif secara seksual dan gejala lain juga terjadi.

Ada tiga jenis PMS, dengan gejala yang bisa disalahartikan sebagai jerawat, seperti melansir Medical News Today, berikut ini:

1. Kutil kelamin

Gejala utama dari kutil kelamin adalah pertumbuhan tonjolan kecil berwarna putih pada batang atau kepala penis.

Ujung kutil dapat berbentuk seperti cauliflower dan bisa sangat bervariasi ukurannya. Ada kemungkinan kutil kelamin muncul di area sekitar penis, seperti skrotum atau paha bagian dalam.

Kutil kelamin sering menghilang dengan sendirinya, tetapi mudah diobati dengan krim atau pembekuan dan terapi panas.

2. Herpes genital

Herpes genital menyebabkan kulit melepuh berarna putih-abu dengan dasar merah berkembang pada penis atau daerah sekitarnya. Kondisi ini biasanya membuat tidak nyaman, gatal, dan bisa menyebar ke anus.

Kulit melepuh bisa menjadi luka terbuka dan mengeluarkan cairan yang akan berkerak. Kulit melepuh juga bisa muncul di sekitar mulut atau bibir. Herpes genital biasanya diobati menggunakan obat antiviral.

3. Sipilis

Luka berwarna putih atau merah tanpa rasa sakit pada atau di sekitar penis dapat berkembang sebagai gejala sifilis. Infeksi bakteri menyebabkan kondisi dan dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius jika tidak ditangani. Sifilis biasanya diobati menggunakan antibiotik.

Pengobatan Jerawat Penis

Perawatan medis jarang diperlukan untuk jerawa, namun dalam beberapa kasus akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari.

Penting untuk dihindari:

Menggaruk saat gatal atau memencet jerawat secara paksa. Ini dapat memperburuk kondisi dan dapat menyebabkan jaringan parut permanen dan infeksi yang menumpuk.

Mengatasi kemungkinan penyebab jerawat adalah metode terbaik untuk mencegah mereka berkembang lagi.

Beberapa cara mengurangi risiko jerawat penis:

  • Menghindari lingkungan yang lembap
  • Meminimalkan kegiatan yang menyebabkan berkeringat
  • Mengenakan pakaian longgar dan menghindari pakaian yang menyebabkan gesekan
  • Mandi secara teratur
  • Menghindari menggosok atau menyentuh area yang berjerawat
  • Mengganti seprai dan pakaian secara teratur

Obat-obatan yang dijual bebas, seperti benzoyl peroxide, asam salisilat, atau exfoliant dapat membantu mengurangi munculnya jerawat. Area di sekitar penis sangat sensitif, jadi obat-obatan ini harus digunakan dengan hati-hati, Teman Sehat!