Multiple Sclerosis

DokterSehat.Com– Multiple Sclerosis (MS) dikenal dengan penyakit yang menyerang selubung sel saraf (myelin) otak yang diduga penyebabnya adalah autoimun. Myelin diketahui sangat penting karena fungsinya dalam proses penghantaran sinyal saraf. Pada multiple sclerosis, myelin dirusak oleh sel yang sebenarnya adalah tentara pelindung tubuh yang bertugas untuk memerangi benda asing yang masuk dalam tubuh, seperti bakteri.

doktersehat-parkinson-otak-brain-penyakit-meningitis

Pada MS sel tersebut salah mengidentifikasi myelin dan menganggapnya sebagai musuh yang harus dilawan sehingga terjadi demielinisasi, sehingga sel saraf yang telah telanjang ini karena myelinnya dirusak (demielinisasi) akan mengalami gangguan fungsi.

Penyebab multiple sclerosis
Penyebab pasti dari MS ini sampai saat ini belum dapat dipastikan dengan jelas, sangat diyakini adalah masalah autoimun berperan disini. Diduga pula ada kaitannya dengan faktor genetik, ada perubahan gen tertentu yang yang menyebabkan imunitas tubuh sangat reaktif.

Akhir ini juga diduga bahwa musim sangat mempengaruhi karena banyak ditemukan pada negara dengan 4 musim. Virus juga diduga tetapi sampai saat ini belum ada jenis virus yang dapat diindentifikasi yang diduga berhubungan dengan MS.

Gejala
Sampai saat ini MS belum dapat disembuhkan dengan tuntas. Oleh karena itu, sangatlah bijaksana bila kita semua mengetahui gejala awal dari MS, walau tak dapat disembuhkan tetapi bila kita dapat mengetahuinya secara dini dan segera melakukan pengobatan akan menjadi lebih efektif sehingga kwalitas hidup akan menjadi lebih baik.

Gejala awal dari MS biasanya adalah blurry vision (pandangan kabur), sering kesemutan atau rasa baal, kadang juga timbul ketidakseimbangan. Keluhan lain yang sering dianggap remeh adalah mudah lelah, sensitif terhadap panas dan dingin, gangguan berkemih (tidak dapat menahan buang air kecil), sulit berkonsentrasi dan depresi.

Baca Juga:  Konsumsi Daging Merah Tingkatkan Risiko Endometriosis

Karena MS merupakan penyakit yang berjalan lambat, maka gejala-gejala ini sering tak menjadi perhatian sehingga pada tahap lanjut penderita dapat mengalami kelumpuhan.

Diagnosa
Diagnosa multiple sclerosis diperlukan berbagai pemeriksaan seperti pemeriksaan neurofisiologi, VEP (visual evoked potential) dan SSEP (somato sensory evoked) semua ini bertujuan untuk mengetahui adanya gangguan pada fungsi saraf. MRI juga sangat diperlukan untuk melihat adanya kelainan (lesi) di dalam otak. Pemeriksaan cairan otak dengan pungsi lumbal untuk mengetahui apakah adanya peningkatan titer immunoglobulin.

Pengobatan
Imunomodulator dapat diberikan sejak dini, interferon, untuk meningkatkan kualitas hidup obat-obatan lainnya dapat diberikan sesuai dengan keluhan yang terjadi, misalnya obat pereda sakit, vitamin yang dapat memperkuat saraf seperti vit.B, dll.

Bila Anda atau teman sekitar Anda mengalami gejala yang mirip dengan MS, sangatlah bijaksana bila Anda segera berkonsultasi ke dokter terdekat.