Mulai Sekarang Perbanyaklah Konsumsi Sayur dan Kurangi Konsumsi Daging

DokterSehat.Com – Banyak orang yang berkata jika makanan yang tidak sehat memang cenderung terasa jauh lebih enak dan nikmat dimakan jika dibandingkan dengan makanan yang sehat. Tak percaya? Cobalah anda bertanya pada teman anda tentang makanan favorit mereka. Anda pasti akan cukup sering mendengar nama makanan yang terbuat dari bahan daging-dagingan jika dibandingkan dengan makanan yang terbuat dari bahan sayuran. Memang, makanan daging akan memberikan beberapa kebaikan bagi tubuh, namun, konsumsi yang berlebihan dalam jangka waktu yang lama ternyata bisa memicu berbagai macam penyakit, meningkatkan resiko penyakit obesitas, hingga membuat banyak orang mengalami gangguan kognitif.

doktersehat-anak-makan-sehat

Alih-alih terus mengkonsumsi daging, pakar kesehatan menyarankan kita untuk lebih baik dalam melirik makanan sayuran. Dengan menurunkan konsumsi daging dan mulai memperbanyak asupan sayuran, maka kita pun niscaya mendapatkan kebaikan berupa tubuh yang lebih sehat, kemampuan kognitif otak yang membaik, hingga usia yang cenderung jauh lebih sehat. Fakta ini tidak dibuat tanpa dasar medis yang asal-asalan mengingat bebeapa dokter di Mayo Clinic di Arizona, Amerika Serikat, menuturkan jika mereka yang gemar mengkonsumsi sayuran dan mengurangi daging-dagingan akan cenderung hidup 3 hingga 6 tahun lebih lama jika dibandingkan dengan mereka yang rajin mengkonsumsi makanan daging-dagingan maupun olahannya.

Seorang pakar kesehatan dari New York Institute of Technology College of Osteopathic Medicine bernama Professor Brookshield Laurent menunjukkan jika konsumsi sayuran dengan rutin akan membawa kesehatan yang lebih baik pada tubuh masyarakat Amerika Serikat dan Eropa, mengingat warga kedua area ini cenderung lebih sering mengkonsumsi makanan daging-dagingan. Selain itu, mereka yang memperbanyak asupan sayuran dan mengurangi daging-dagingan akan mendapatkan tubuh yang terbebas dari masalah kegemukan, resiko obesitas, hingga terkena penyakit alzheimer.