Mudik Bersama Anak? Perhatikan Resiko Gangguan Kesehatan Berikut

DokterSehat.Com – Musim mudik telah tiba. Dalam beberapa pekan terakhir, kita akan sering melihat berita mengenai ribuan orang yang kembali ke daerah asalnya masing-masing untuk merayakan hari lebaran bersama dengan keluarganya tercinta. Banyak orang yang berbondong-bondong mengajak pasangan dan anaknya untuk melakukan kegiatan unik yang berlangsung setiap tahun di Indonesia ini. Mengingat perjalanan mudik bisa berlangsung sangat lama, yakni bisa mencapai 12 jam atau bahkan berhari-hari, maka ada beberapa resiko gangguan kesehatan yang muncul, khususnya bagi anak-anak.

doktersehat-naik-motor

Ilma Novri Yanti, salah seorang petugas Satuan Petugas Perlindungan Anak atau Satgas PA menyarankan orang tua yang membawa anaknya dalam perjalanan mudik, khususnya yang sangat jauh untuk mampu menjaga kesehatan sang buah hati selama perjalanan. Sebagai informasi, perjalanan jauh bisa memicu anak kekurangan asupan air minum atau setidaknya menahan buang air kecil, khususnya jika memakai kendaraan umum layaknya bus kota.

Menurut Ilma, andai menemukan tempat peristirahatan, sesegera mungkin mintalah sang anak untuk segera buang air kecil. Ingatlah bahwa jika anak cenderung menahan buang air kecil, akan ada resiko dimana anak akan mengalami gangguan saluran kemih . Selama perjalanan, sediakan air minum dengan cukup sehingga anak pun bisa segera minuma air putih begitu haus. Ingatlah bahwa selama perjalanan bisa jadi anak mengalami kondisi cuaca yang sangat kering yang bisa memicu masalah dehidrasi, hingga gangguan pada kulit yang kehilangan klembaban.

Anak yang melakukan perjalanan mudik dalam waktu yang lama juga cenderung akan mengalami masalah layaknya pusing-pusing hingga muntah-muntah. Jika hal ini terjadi, cobalah untuk membawakan obat pusing atau minyak yang bisa menghilangkan rasa pusing dan mual selama perjalanan. Selain itu, posisikan pula anak dalam posisi duduk yang nyaman sehingga Ia pun tidak akan mudah mengalami berbagai masalah kesehatan.