Mitos Yang Kurang Tepat Dalam Merawat Bayi

DokterSehat.Com – Kelahiran bayi tentu akan disambut dengan bahagia oleh pasangan suami istri termasuk keluarganya. Pasangan muda yang biasanya kurang mengerti cara-cara merawat bayi dengan baik akan mendapatkan saran dari keluarga terdekat. Sayangnya, beberapa cara merawat bayi yang dikenal turun temurun oleh masyarakat terkadang kurang tepat bagi perkembangan sang buah hati itu sendiri. Berikut adalah beberapa mitos yang kurang tepat dalam merawat bayi namun masih sering dilakukan hingga sekarang.

doktersehat-penyakit-jantung-bawaan-lahir-bayi

Salah satu mitos yang dikenal luas masyarakat Indonesia dan hampir tidak akan ditemukan di luar negeri adalah membedong bayi dengan sangat kencang. Bayi akan dililit kain hingga tinggal menyisakan bagian kepala saja yang tidak dililit. Banyak orang tua yang meyakini jika membedong bayi bisa membuat tulang bayi menjadi lebih lurus dan lebih kuat. Sayangnya, membedong bayi dengan sangat kencang ternyata bisa membuat sistem pernafasan dan bagian perut bayi dalam kondisi yang kurang baik. Ketatnya pembedongan bisa membuat bayi kesusahan bernafas dan otot-otot pada perut yang membantu pernafasan pun akan kesulitan melakukan pergerakan karena ketatnya pembedongan.

Bayi memang sebaiknya diberikan ASI eksklusif sehingga mendapatkan perkembangan tubuh dan mental dengan baik. Hanya saja, beberapa orang tua di Indonesia juga memberikan teh sebagai minuman selingan pada bayi selain ASI. Teh yang biasanya manis dan segar dianggap baik untuk menghilangkan rasa dahaga pada bayi. Sayangnya, tingginya kandungan kafein pada teh ternyata bisa berpengaruh pada sulitnya bayi menyerap nutrisi layaknya kalsium, zinc, hingga zat besi. Padahal mineral-mineral tersebut sangat penting untuk pertumbuhan bayi.

Orang tua juga cenderung akan sangat sering memberikan bedak pada area kemaluan bayi dengan harapan area tersebut tidak mudah lembab dan tetap bersih. Sayangnya, pakar kesehatan justru berkata jika penggunaan bedak dalam jangka panjang pada area kemaluan bayi, khususnya bayi perempuan, ternyata bisa memicu kanker ovarium begitu sang buah hati menjelang dewasa.