Mitos Wanita Berbulu Lebat Memiliki Gairah Besar Dalam Berhubungan Intim

DokterSehat.Com – Ada sebuah mitos yang dipercaya oleh banyak kaum pria, khususnya yang berusia muda, yang menyebutkan jika wanita yang memiliki bulu lebat, baik itu berupa bulu pada tangan dan kakinya, hingga munculnya kumis tipis di atas bibir, dianggap sebagai wanita yang memiliki gairah besar dalam berhubungan intim. Karena adanya mitos ini, wanita yang memiliki bulu cukup lebat terkadang memiliki daya tarik yang lebih besar bagi pria. Namun, apakah sebenarnya mitos ini benar adanya?

doktersehat-french-kiss-ciuman-air-liur-tularkan-penyakit-seksual-hubungan-intim

Seorang pakar kesehatan yang berasal dari University of L’Aquila, Italia, bernama Emmanuelle Janinni melakukan penelitian bersama dengan timnya untuk melihat area g-spot pada wanita dengan memakai alat USG. Dari pengamatan ini, Ia menyimpulkan jika wanita dengan bulu yang cukup lebat ternyata memang memiliki kecenderungan untuk mudah terangsang saat berhubungan intim. Menurut Janinni, banyaknya bulu pada tubuh wanita menunjukkan jika wanita ini memiliki kadar hormon testosteron yang cukup tinggi sehingga mereka pun memiliki kecenderungan untuk menangkap rangsangan seksual dengan lebih baik, khususnya pada area g-spot-nya.

Dari pengamatan melalui USG, diketahui bahwa ada perbedaan anatomi yang terlihat jelas pada wanita yang mengalami orgasme secara vaginal, mereka yang mengalami orgasme secara klitoris, dan wanita yang tidak merasakan orgasme saat berhubungan intim. Satu hal yang pasti, Janinni menyebutkan jika wanita memiliki jaringan lambut yang cukup tebal, khususnya pada area vagina dan juga uretra, maka mereka akan cenderung lebih mudah mengalami orgasme.

Janinni menyebutkan jika dari 30 wanita yang menjadi partisipan dalam penelitian ini, hanya lima wanita yang tidak mendapatkan orgasme saat berhubungan intim. Kebanyakan dari mereka yang berhasil mendapatkan orgasme saat mendapatkan rangsangan vaginal ternyata memiliki jaringan bulu yang lebih lebat. Meskipun begitu, Janinni menyebutkan jika setiap wanita ternyata memiliki gairah seksual yang berbeda-beda sehingga tidak selalu wanita dengan bulu yang lebat cenderung memiliki gairah seksual yang besar atau memiliki kemampuan untuk mendapatkan orgasme saat berhubungan intim.