Mitos Tentang Keputihan Ini Ternyata Tidak Benar

DokterSehat.Com– Karena kita tinggal di negara dengan iklim tropis, kita pun akan cenderung lebih mudah berkeringat dan mendapati beberapa bagian tubuh, khususnya bagian kewanitaan menjadi lebih lembab. Hal ini tentu akan memicu pertumbuhan bakteri dengan lebih cepat dan dikhawatirkan akan menyebabkan keputihan.

doktersehat-wanita-vagina-celana-dalam-Herpes-Genital-infeksi-menular-seksual

Mengingat keputihan bisa membuat wanita mengalami keluhan seperti bau tidak sedap dan gatal-gatal pada organ vitalnya, mereka tentu sangat tidak mengharapkan hal ini terjadi pada mereka. Sayangnya, hal ini juga menyebabkan banyaknya mitos yang berkembang tentang masalah kesehatan wanita ini. Apa sajakah mitos yang berkembang tentang keputihan?

Makan nanas bisa menyebabkan keputihan
Pakar kesehatan menyebutkan bahwa nanas sama sekali tidak terkait dengan keputihan. Hal ini berarti kaum hawa tidak perlu khawatir untuk mengkonsumsinya. Nanas sendiri termasuk dalam buah yang kaya akan kandungan serat dan vitamin C yang sangat baik bagi kesehatan tubuh sehingga justru sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi.

Makan timun bisa menyebabkan keputihan
Layaknya nanas, timun juga termasuk dalam makanan yang menyehatkan karena kaya akan kandungan air, serat, vitamin B dan K. Mengkonsumsinya tidak akan memicu masalah keputihan sama sekali.

Keputihan bisa menghilang dengan sendirinya
Keputihan yang wajar dan disebabkan oleh hormon memang bisa hilang dengan sendirinya. Namun, jika keputihan ini justru disebabkan oleh infeksi jamur atau bakteri, maka kita perlu memeriksakan kondisi ini ke dokter agar bisa mendapatkan pengobatan yang tepat.

Menggunakan cairan pembersih vagina bisa mencegah keputihan
Beberapa jenis cairan pencuci vagina seperti vaginal douching jika dipakai dengan berlebihan justru akan mengganggu kadar keasaman vagina dan menurunkan kadar bakteri baik pada organ vital wanita. Hal ini akan menyebabkan jumlah bakteri jahat meningkat dan akhirnya memicu keputihan.