Mitos Tentang Kanker Serviks Ini Ternyata Tidak Benar Adanya

DokterSehat.Com– Cukup banyak wanita yang khawatir dengan penyakit kanker serviks. Bagaimana tidak, penyakit ini cenderung sulit untuk disembuhkan dan bisa sangat mematikan. Sayangnya, kekhawatiran ini juga berimbas pada munculnya beberapa mitos tentang kanker serviks yang ternyata tidak benar adanya. Apa sajakah mitos tersebut?

doktersehat-wanita-kanker-serviks-rahim

Kanker serviks berasal dari riwayat keluarga ibu
Untuk mengetahui apakah seseorang terkena kanker serviks atau tidak, kita ternyata juga harus mengecek riwayat penyakit ini dari garis keluarga ayah. Mutasi gen penyebab kanker ternyata bisa saja datang dari garis keluarga ayah dan ibu.

Kita tidak akan terkena kanker serviks jika tidak ada riwayat keluarga yang terkena penyakit ini
Faktor riwayat keluarga memang bisa membuat kita mengalami resiko lebih besar untuk terkena kanker serviks. Namun, pakar kesehatan menyebutkan bahwa kanker ini lebih sering disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa 1 dari 8 wanita beresiko terkena penyakit kanker berjenis apapun dan 1 dari 75 wanita bisa terkena kanker serviks. Yang menjadi masalah adalah, tidak memiliki riwayat keluarga bukan berarti membuat resiko ini bisa menurun.

Virus penyebab kanker serviks adalah virus yang langka
Pakar kesehatan menyebutkan bahwa virus penyebab kanker serviks atau yang disebut sebagai human papillomavirus (HPV) ternyata ditemukan 4 pada 5 orang. Hal ini berarti, virus ini bisa saja menyerang siapa saja setiap saat bagi mereka yang tidak menjaga gaya hidup tetap sehat.

Produk antiseptic kewanitaan menjadi penyebab kanker serviks
Resiko untuk terkena kanker serviks meningkat dengan signifikan jika wanita lebih sering terkena infeksi pada vagina. Sayangnya, salah satu penyebab dari infeksi ini adalah penggunaan antiseptic kewanitaan secara berlebihan

Baca Juga:  Benarkah Kanker Serviks Bisa Menular Lewat Ciuman?

Pakar kesehatan sendiri menyarankan kaum hawa untuk memakai produk antiseptic ini sesekali saja, khususnya saat sedang menstruasi, bukannya setiap hari. Selain itu, pilihlah produk antiseptic yang memiliki kandungan povidone – iodine yang aman.