Mitos Tentang Es Krim Ini Ternyata Masih Dipercaya Oleh Banyak Orang

DokterSehat.Com – Tak hanya anak-anak, orang dewasa juga sangat suka dengan es krim. Makanan ini sangat nikmat untuk dikonsumsi di saat suhu udara cukup panas atau saat bercengkerama dengan kerabat dan teman-teman. Sayangnya, dibalik rasa nikmatnya, es krim kerap kali dianggap kurang baik bagi kesehatan tubuh. Padahal, sudah ada cukup banyak penelitian yang menyebutkan beragam manfaat dari es krim bagi kesehatan tubuh. Sebenarnya, apa sajakah mitos tentang es krim yang sayangnya masih dipercaya oleh banyak orang?

doktersehat-eskrim

Es krim membuat kita sakit
Banyak orang tua yang melarang anak-anaknya mengkonsumsi es krim karena menganggapnya bisa memicu sakit, khususnya batuk dan pilek. Padahal, menurut pakar kesehatan, hal ini tidak benar adanya. Penyakit batuk dan pilek disebabkan oleh virus, bukan es krim. Andai anak anda mengalami gejala batuk atau pilek tersebut, alih-alih menyalahkan es krim, bisa jadi Ia tertular oleh teman-temannya yang juga terkena penyakit yang sama.

Agar terhindar dari batuk dan pilek, ada baiknya kita memperkuat daya tahan tubuh sehingga kita pun tidak akan mudah diserang virus dan bakteri penyebab penyakit.

Menyebabkan sakit gigi
Tak hanya memicu batuk dan pilek, es krim juga kerap kali dianggap sebagai pemicu masalah gigi berlubang. Menurut pakar kesehatan, ada cukup banyak penyebab masalah gigi berlubang, dari itu kebiasaan mengkonsumsi permen atau berbagai makanan manis lainnya layaknya kue, hingga kebiasaan malas menyikat gigi sebelum tidur. Hal ini berarti, untuk menghindari masalah gigi berlubang ini, ada baiknya kita justru mulai membiasakan membersihkan gigi sebelum tidur alih-alih menghindari es krim.

Es krim tidak bergizi
Mitos terakhir yang masih dipercaya banyak orang adalah es krim tidak bergizi. Padahal, salah satu bahan pembuat es krim adalah susu yang memiliki nilai gizi yang sangat tinggi. Di dalam es krim, kita juga bisa menemukan asupan karbohidrat dan lemak yang bisa mendukung pertumbuhan anak dengan maksimal.