informasi kesehatan
DokterSehat.com telah dipercaya lebih dari 6 tahun sebagai Informasi Kesehatan, tips kesehatan
dan konsultasi online segala macam jenis penyakit, kanker, seksualitas dan kesehatan keluarga.


                     

Mitos Seputar Sembelit

Mitos Seputar Sembelit

Doktersehat.com – Normalnya buang air besar dilakukan setiap hari. Namun, ketika seseorang mengalami sembelit, buang air besar dilakukan dalam waktu 3-4 hari menyebabkan feses mengeras dan susah dikeluarkan. Penderita yang sembelit biasanya juga perutnya merasa kembung, penuh atau begah dan tidak nafsu makan.

Dalam proses pencernaan, makanan yang masuk ke tubuh akan dicerna menjadi sari-sari makanan yang akan diserap oleh jaringan dalam tubuh, sedangkan ampasnya dikeluarkan dalam bentuk feses ketika buang air besar.

Sembelit bukanlah penyakit tetapi hanya sebuah tanda penyakit (gejala). Orang yang mengalami gangguan ini biasanya akan merasa sakit di perut dan mengalami angin (sendawa dan kentut). Yang paling banyak terkena sembelit adalah perempuan, anak kecil, dan orang tua yang usianya di atas 65 tahun

Seperti penyakit lain pada umumnya, banyak kesalahpahaman atau mitos di masyarakat tentang sembelit. Berikut adalah berbagai mitos seputar sembelit yang perlu Anda ketahui:

Mitos 1: Sembelit hanya diderita orangtua

Faktanya, orang tua menghadapi masalah sembelit biasanya karena faktor-faktor seperti kondisi medis, penggunaan obat, rendahnya tingkat aktivitas fisik dan gizi buruk. Tapi masalah pencernaan adalah kondisi umum yang bisa terjadi di semua kelompok usia. Sembelit bahkan bisa terjadi selama kehamilan, setelah melahirkan atau pada periode pascaoperasi.

Mitos 2: Sembelit menandakan tubuh butuh asupan serat lebih banyak

Faktanya, memang benar bahwa serat makanan adalah obat untuk sembelit. Tetapi itu tidak berarti tubuh Anda membutuhkan lebih banyak serat. Sembelit terkadang bisa disebabkan oleh masalah kesehatan seperti tiroid, stroke, penyakit parkinson, dan diabetes. Perlu perhatian dan intervensi dokter jika sembelit berlangsung lebih dari dua minggu atau jika Anda mengalami buang air besar dengan tinja berdarah menyakitkan.

Mitos 3: Semua jenis serat bisa mengurangi sembelit

Faktanya, ada dua jenis kandungan serat dalam makanan yakni serat larut dan serat tidak larut. Pilihlah makanan yang mengandung serat tidak larut untuk meringankan sembelit. Serat tidak larut hadir dalam jumlah berlimpah dalam makanan seperti roti gandum, sereal dan pasta. Sedangkan serat larut yang banyak terdapat di buah-buahan dan sayuran segar mungkinkurang efektif terhadap sembelit, tetapi dapat membantu dalam menurunkan kolesterol.

Mitos 4: Kopi dapat mengatasi sembelit

Faktanya, kafein di kopi dapat menyebabkan kontraksi otot-otot saluran pencernaan dan karenanya dapat merangsang buang air besar. Lantas mengapa kopi tidak termasuk dalam daftar solusi untuk mengatasi sembelit? Alasannya karena kopi memiliki sifat diuretik, yang menarik keluar cairan dari kotoran sehingga membuat tinja Anda menjadi lebih keras. Dengan demikian, memperburuk kondisi sembelit. Teh berkafein, cola, dan alkohol menghasilkan efek yang sama.

Mitos 5: Sembelit menghasilkan pembentukan racun dalam tubuh

Faktanya, banyak orang berpikir bahwa sembelit dapat mengarah ke penyerapan zat beracun di tubuh yang diakibatkan oleh tinja. Bahkan sebagian percaya bahwa kondisi seperti ini dapat memicu perkembangan penyakit seperti arthritis, asma dan kanker usus besar. Tapi tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa tinja menghasilkan racun atau kanker usus besar. Masalah sembelit bisa dicegah dengan penggunaan obat pencahar atau pembersih usus.

Mitos 6: Menelan permen karet dapat menyebabkan sembelit

Faktanya, permen karet tidak dapat menempel pada saluran pencernaan, seperti yang selama ini dibayangkan banyak orang. Tertelannya permen karet tidak akan menyebabkan sembelit.

Mitos 7: Usus harus bergerak setiap hari

Faktanya, sembelit adalah istilah relatif. Frekuensi buang air besar pada setiap orang sangat bervariasi. Ada yang tiga kali sehari atau bahkan sampai tiga kali seminggu. Gerakan usus dikatakan jarang apabila seseorang tidak buang air besar setelah lebih dari 3 hari. Sementara seseorang dianggap sembelit jika memiliki gerakan kurang dari seminggu.

Mitos 8: Sembelit karena sering menahan BAB

Faktanya, beberapa orang tidak menemukan cukup waktu untuk buang air besar. Beberapa bahkan mengabaikan ‘panggilan alam’ di tempat kerja atau di tempat lain dan menunggu sampai mereka mencapai rumah. Dalam kenyataannya, mengabaikan untuk BAB tidak hanya akan membuat Anda merasa tidak nyaman, tetapi juga dapat menyebabkan atau memperburuk sembelit.

Mitos 9: Kotoran berdarah adalah normal

Faktanya, Jika darah muncul dalam tinja Anda, Anda perlu memeriksa dengan dokter Anda. Warna merah darah menunjukkan bahwa Anda mungkin menderita wasir atau robekan di lapisan dubur yang menyebabkan terjadinya perdarahan. Namun, bila tinja berwarna marun atau bekuan dalam darah tinja berwarna hitam, Anda harus waspada. Darah ini mungkin berasal dari bagian lebih dalam dari saluran pencernaan.

Cara aman untuk mencegah sembelit adalah dengan minum banyak air, mengonsumsi makanan kaya serat dan melibatkan diri dalam beberapa bentuk latihan atau kegiatan fisik. Jangan lupa membatasi konsumsi alkohol pada tingkat yang moderat. Stres dapat memicu sembelit dengan memengaruhi keteraturan waktu BAB Anda. Penggunaan obat tertentu juga dapat memperburuk sembelit. Jadi, lebih baik segera konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami masalah ini.

Sumber : hippolulu.blogspot.com & health.kompas.com

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 0 (from 0 votes)
pf button both  Mitos Seputar Sembelit
                     

3 Responses to “Mitos Seputar Sembelit”

  1. tips kesehatan says:

    cukup mengerikan

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

  2. cy says:

    dok, saya sudah 2 kali mengalami bab berdarah, darah yg keluar merah darah segar, darah itu keluar setelah feses terakhir dan sepertinya feses terakhir itu jg ada darahnya,sekarang saya merasa perut saya begah. apakah ada penyakit serius yang saya derita ? saya takut jika ada penyakit yang serius.

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    • dr. Dian says:

      @cy,
      BAB berdarah dengan darah merah segar menandakan perdarahan berasal dari colon bagian bawah atau anus. Sebagian besar perdarahan di anus karena adanya ambeien, feses yg terlalu keras dan mengejan berlebihan. Sedangkan perdarahan dari colon bagian bawah dapat disebabkan oleh infeksi amuba atau bakteri, kanker atau polip. Bila kejadian ini berulang dan darah semakin banyak, sebaiknya periksa ke dokter untuk penanganan yg lebih tepat. Trims.

      Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0


Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>